Kamis, 01 Mei 2014

Surat Sasan Al Bashri kepada Umar bin Abdul Aziz

Al-Basri berkata, “Ketahuilah,
sesungguhnya tafakkur Itu mengajak
pelakunya kepada kebaikan dan
mengamalkannya. Menyesali kejahatan Itu
membuat pelakunya meninggalkannya.
Apa yang telah hilang – kendati sangat
banyak-tidak bisa dibandingkan dengan
apa
yang masih ada, kendati mencarinya
adalah sesuatu yang mulia. Bersabar
terhadap kelelahan sebentar yang
menghasilkan istirahat lama itu lebih baik ,
daripada penyegeraann istirahat sebentar
yang menghasilkan kelelahan abadi.
Waspadalah terhadap dunia yang menipu,
berikhianat, dan memperdaya. ia berhias
dengan tipuannya, berdandan dengan
muslihatnya, membunuh manusia dengan
mimpi-mimpinya, dan membuat ridu para
pelamarnya, hingga Ia menjadi seperti
pengantin yang menjadi pusat perhatian.
Semua mata melihat kepadanva.
Semua hati rindu kepadanva. dan semua
jiwanva tertarik kepadanya. Ia menjadi
pembunuh bagi semua suami- suaminya.
Tragisnya orang yang masih hidup tidak
mau belajar dari orang yang telah
meninggal dunia, generasi terakhir tidak
mengambil pelajaran dari generasi pertama,
orang bijak tidak mendapatkan manfaat
dari banyaknya
pengalaman, dan orang yang kenal Allah
dan beriman kepada-Nya tidak ingat
ketika la diberi penjelasan tentang dunia.
Akibatnya, hati manusia mencintai dunia
dan jiwa mereka kikir dengannya. Ini
semua tidak lain bentuk kerinduan kita
kepada dunia, karena barangsiapa
merindukan sesuatu, Ia tidak memikirkan
yang lain. Ia mati ketika memburunya
atau berhasil mendapatkannya. Kedua
orang tersebut adalah perindu dan pemburu
dunia.
Perindu dunia telah sukses mendapatkan
dunia dan tertipu dengannya. Dengan
dunia, Ia lupa akan prinsip dan hari
akhirat. Hatinya disibukkan oleh dunia.
Hatinya dibuat larut oleh dunia, hingga
kakinya tergelincir di dalamnya, dan
kematian datang kepadanya dengan sangat
cepat daripada sebelumnya. Ketika itu,
penyesalanya pun menggelembung,
kesedihannya membesar, terkumpul padanya
sakaratul maut dan rasa sakitnya dengan
sedih kehilangan dunia.
Sedang orang kedua meninggal sebelum
berhasil memenuhi kebutuhannya. Ia pergi
dari dunia dalam keadaan terpukul
hatinya, tidak mendapatkan apa yang
dicarinya
dan jiwanya tidak bisa istirahat, dari
kelelahan. Ia keluar dari dunia tanpa bekal
dan tiba tanpa membawa oleh-oleh. Oleh
karena itu, waspadalah secara penuh
terhadap dunia, karena dunia itu tak
ubahnya seperti ular; kulitnya halus, namun
racunnya mematikan.
Berpalinglah dari apa saja di dunia ini
yang menarik hatimu, kanena jarang sekali
sesuatu yang ada di dunia ini yang
menemanimu. Buanglah seluruh ambisi
kepada dunia dari dalam hatimu, karena
engkau mengetahui dunia itu menyakitkan
dan engkau yakin akan berpisah dengannya.
Oleh karena itu, waspadalah wahai
Amirul Mukminin. Karena sesungguhnya
pemilik dunia, setiap kali ia senang
kepadanya maka itu berubah menjadi
kebencian.
Orang yang gembira di dunia ialah orang
yang tertipu, orang yang bermanfaat di
dalamnya kelak menjadi orang yang
merugi, kemakmuran di dalamnya diberikan
bercampur dengan cobaan, dan keabadian
di dalamnya berubah menjadi fana.
Kebahagiaan di dalamnya bercampur
dengan kesedihan, dan akhir kehidupan di
dalamnya adalah lemah dan tidak berdaya.
Oleh karena itu, lihatlah dunia seperti
penglihatan orang zuhud yang hendak
meninggalkannya, dan jangan melihat
dunia seperti penglihatan perindu yang
jatuh cinta.
Ketahuilah, bahwa dunia itu
menghilangkan tamu yang telah menetap,
dan menyakitkan orang tertipu yang
merasa aman. Apa yang telah berlalu dari
dunia tidak akan kembali lagi, dan apa
yang akan datang tidak bisa diketahui, apa
lagi ditunggu.!
Waspadalah terhadap dunia, karena
mimpi-mimpinya dusta belaka, khayalan-
khaya
lannya batil kehidupannya melelahkan, dan
kejernihannya adalah keruh. Engkau
terancam mendapatkan dua hal di dunia
ini; nikmat yang akansirna, dan cobaan
yang akan datang, atau musibah yang
menyakitkan, dan kematian yang memutus
segala-galanya.
Sungguh, dunia itu melelahkan seseorang,
jika ia mau berpikir. Ia berada dalam
nikmat yang membahayakan, takut terhadap
musibah-musibah yang ada di dalamnya,
dan meyakini kematian. Seandainya Allah
Yang Maha pencipta tidak menyampaikan
berita tentang dunia, dan tidak memberi
perumpamaan tentang dunia, dan tidak
memerintahkan manusia bersikap zuhud di
dalamnya, pasti dunia membangunkan
orang yang tidur, dan mengingatkan orang
yang lupa diri!
Bagaimana tidak, padahal telah datang
pelarang dari Allah Azza wa Jalla dan
banyak sekali penasihat di dalamnya?
Dunia di sisi Allah Azza wa Jalla tidak
ada bobot dan nilainya. Berat dunia di
sisi Allah Ta’ ala tidak seberat satu
kerikil, dan tidak sebesar satu bintang di
antara gugusan bintang yang ada. Allah
tidak menciptakan makhluk yang Lebih Dia
benci dari pada dunia –seperti di
sampaikan kepadaku- dan Dia tidak
melihat
kepada-nya sejak Dia menciptaknnya
karena benci kepadanya.
Sungguh dunia dengan kunci-kuncinya
dan semua simpanannya yang nilainya di
sisi
Allah Lebih ringan dari sayap lalat ,
pernah diperlihatkan kepada Nabi kita,
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, namun beliau menolak
menerimanya, karena
beliau telah mengetahui bahwa jlka Allah
membenci sesuatu, beliau harus
membencinya. Jika Allah mengkerdilkan
sesuatu, beliau harus mengkerdilkannya.
Dan jika Allah
merendahkan sesuatu, beliau harus
merendahkannya.
Jika beliau menerima dunia tersebut, maka
bukti kecintaan beliau kepada dunia
tersebut ialah penerimaan beliau terhadap
tawaran dalam bentuk dunia tersebut.
Namun beliau menolak mencintai sesuatu
yang dibenci Allah, dan mengangkat apa
yang direndahkan Pemiliknya.
Jika Allah Ta’ala tidak menunjukkan
tentang rendahnya nilai dunia kepada
beliau,
namun Dia memandang rendah dunia
tersebut dengan menjadikan kebaikannya
sebagai
pahala bagi orang-orang yang taat, dan
menjadikan hukuman dunia sebagai siksa
bagi orang-orang yang bermaksiat.
Kemudian Allah mengeluarkan pahala taat
dari
dunia tersebut, dan mengeluarkan hukuman
maksiat daripadanya.
Di antara hal menunjukkan kepada dunia
tentang keburukan dunia ini, bahwa Allah
Ta’ala menjauhkan dunia dari orang-
orang yang shalih dengan suka rela dan
membentangkannya kepada musuh-musuh-
Nya dengan tujuan menipunya.
Orang yang tertipu dengan dunia dan
tergoda dengannya menyangka bahwa ia
dimuliakan Allah Ta’ala dengan dunia
tersebut. Ia lupa terhadap apa yang
diperbuat
Allah terhadap Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam dan Nabi Musa
‘Alaihis Salam.
Adapun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, beliau mengikatkan batu
diperutnya karena sakinglaparnya.
Adapun Nabi Musa ‘Alaihis Salam, beliau
tidak meminta sesuatu kepada Allah Ta‘ala
pada saat ia berteduh di bawah pohon,
selain makanan yang bisa beliau makan
untuk menghilangkan kelaparannya.
Sungguh banyak sekali riwayat-riwayat
dan Nabi Musa ‘Alaihis Salam, bahwa
Allah Ta’ala mewahyukan kepada beliau ,
Hai Musa, jika engkau melihat kemiskinan
datang kepadamu, katakan, ‘Selamat
datang simbol orang-orang shalih.’ Jika
engkau melihat
kekayaan datang kepadamu, katakan, ‘ini
adalah dosa yang hukumannya dipercepat.’
Jika engkau mau, aku ketengahkan Nabi
Isa ‘alaihis salam kepada baginda, karena
ia amat menakjubkan. Ia berkata, “Lauk-
ku adalah lapar, Syi’arku ialah takut,
Pakaianku ialah wol., Hewan
kendaraanku ialah kedua kakiku. Lampuku
di malam hari ialah bulan. Bahan bakarku
di musim dingin ialah matahari. Buah -
buahanku dan penghidupanku ialah apa
yang ditumbuhkan bumi untuk binatang buas
dan hewan ternak. Aku tidur dalam
keadaan tidak memiliki apa-apa dan tidak
ada seorang pun yang lebih kaya dariku”.
Jika engkau mau, aku ketengahkan contoh
keempat, yaitu Nabi Sulaiman bin Daud
Alaihimas Salam, karena ia tidak kalah
menakjubkan. Ia makan roti dan gandum,
memberi roti coklat kepada keluarganya,
dan tepung putih kepada rakyatnya.
Jika malam telah tiba, ia memakai baju
dari tenunan kasar, dari tangannya ke
lehernya Ia semalaman menangis hingga
pagi hari. Ia makan makanan yang kasar,
dan mengenakan pakaian kasar. Kendati
Itu semua, mereka membenci apa saja yang
dibenci Allah Ta’ala, memandang kecil apa
yang dipandang kecil oleh Allah Ta’ala,
dan bersikap zuhud di dalam hal-hal yang
Allah bersikap zuhud di dalamnya.
Kemudian orang-orang shalih meniti jalan
mereka, menapaktilasi jalan mereka,
mengharuskan dirinya berlelah- lelah, dan
memahami lbrah, serta merenung diri.
Mereka bersabar di dunia yang singkat ini
dari kenikmatan yang menipu yang berakhir
kepada kemusnahan. Mereka melihat
kepada akhir dunia, dan tidak melihat
kepada permulaannya. Mereka melihat
kepada hasil akhir dunia yang pahit, dan
tdak melihat rasa manis yang hanya terasa
pada awal-awalnya saja.
Mereka mengharuskan dirinya bersabar
dan menempatkan diri mereka seperti
mayit-mayit yang tidak boleh kenyang di
dunia, kecuali pada saat yang dibutuhkan.
Mereka makan sebatas untuk menguatkan
jiwa, dan ruh. Mereka menempatkan diri
mereka seperti bangkai yang telah
membusuk, hingga membuat siapa saja yang
melewatinya, pasti Ia menutup hidungnya.
Mereka tidak meraih dunia hingga sampai
tahap merugikannya, dan tidak sampai
kenyang yang berbau busuk.
Dunia dijauhkan dari mereka. Itulah
kedudukan dunia dalam jiwa mereka.
Mereka
merasa heran terhadap orang yang
memakan dunia hingga kekenyangan, dan
bersenang-senang dengannya hingga rakus.
Mereka berkata, Tidakkah kalian lihat
bahwa mereka tidak takut makan?
Tidakkah mereka mendapatkan bau
busuknya?
Saudaraku, demi Allah sesungguhnya bau
dunia sekarang atau esok itu lebih busuk
daripada bangkai. Hanya saja manusia
meminta sabar dengan segera. Akibatnya,
mereka tidak bisa mencium bau busuk.
Mereka tidak bisa mencium bau bau yang
ada
di kulit yang membusuk yang mengganggu
para pejalan kaki, dan orang-orang yang
duduk di dekatnya.
Cukuplah dunia bagi orang yang berakal,
bahwa barangsiapa meninggal dunia
dengan meninggalkan harta yang banyak,
Ia sangat berkeinginan seandainya dulu
ia menjadi orang miskin di dunia, atau
orang mulia, atau orang buangan, atau
orang selamat. Ia lebih senang seandainya
di dunia dulu ia menjadi orang yang
menderita, atau rakyat biasa.
Jika engkau meninggalkan dunia ini, pasti
engkau lebih senang seandainya engkau
di dunia ini menjadi orang yang paling
rendah kedudukannya, dan orang yang
paling miskin. Bukankah ini cukup
dijadikan bukti bahwa dunia itu sangat
hina
bagi orang yang memikirkannya?
Demi Allah, jika seseorang mengharapkan
sesuatu dari dunia ini melainkan ia
mendapati dunia tersebut berada di
sampingnya tanpa ia kejar dan merasakan
kelelahan. Namun jika Ia telah
mendapatkan sesuatu dari dunia tensebut,
ia mempunyai hak-hak Allah di dalamnya,
dan ia akan ditanya tentang dunia
tersebut, serta ia akan dihisab karenanya
Jika demikian permasalahannya, maka
seyogyanya orang berakal itu tidak
mengambil sesuatu dari dunia, kecuali
sebesar porsi makanannya dan
kebutuhannya, karena khawatir akan
ditanya tentang dunia tersebut, dan takut
akan dahsyatnya hisab terhadap dirinya.
Sesungguhnya dunia itu jika engkau
memikirkannya, tidak lebih dari tiga hari:
hari kemarin yang tidak bisa engkau
harapkan lagi, hari yang engkau berada
didalamnya yang harus engkau manfaatkan
sebaik mungkin, dan hari esok yang engkau
tidak tahu apakah engkau berada di hari
tersebut atau tidak? Engkau tidak tahu
siapa tahu engkau meninggal dunia esok
pagi.
Adapun kemarin, ia ibarat orang bijak
yang pandai mendidik. Adapun hari ini, ia
ibarat teman yang akan mengucapkan
selamat berpisah. Namun, kendati kemarin
telah membuatmu sakit, engkau telah
menggenggam hikmah. Jika engkau telah
menyia-nyiakannya, engkau mendapatkan
ganti. Tadinya kemarin tersebut tidak ada
pada dirimu, namun sekarang ia cepat
pergi darimu.
Adapun esok hari, engkau masih
mempunyai secercah harapan. Oleh karena
itu,
berbuatlah, dan jangan tertipu oleh mimpi-
mimpi sebelum ajal tiba. Engkau jangan
memasukkan kesedihan esok dan esok lusa
ke dalam hari ini, karena hal tersebut
hanya akan menambah kesedihanmu dan
kelelahanmu, serta engkau kumpulkan pada
hari ini sesuatu yang menyempurnakan
hari-harimu. Itu hal yang mustahil,
karena kesibukan Itu sangat padat,
kesedihan Itu semakin bertambah, kelelahan
itu semakin besar, dan seseorang membuang
amal dengan impian kosong.
Seandainya harapan esok pagi keluar dari
hatimu, engkau telah berbuat dengan
baik pada hari ini, dan telah mengurangi
kesedihanmu pada hari ini. Namun
harapanmu terhadap esok pagi itu
membuatmu bersikap tidak serius,dan
membuatmu menjadi orang yang banyak
menuntut.
Jika engkau ingin kata-kata singkat, aku
pasti mendiskripsikan untukmu tentang
dunia di antara dua jam; satu jam yang
telah berlalu, satu jam yang akan datang,
dan satu jam yang engkau sedang berada dl
dalamnya.
Adapun satu jam yang telah berlalu dan
telah lewat. maka engkau tidak
mendapatkan kelezatan di istirahat
keduanya dan merasakan sakit terhadap
musibah keduanya. Sesungguhnya dunia
ialah saat yang engkau sedang berada di
dalamnya. Satu jam tersebut menipumu
dari surga dan menggiringmu ke neraka.
Adapun hari ini -jika engkau
memikirkannya- adalah ibarat tamu yang
singgah kepadamu dan akan pergi darimu.
Jika engkau menjamu dan melayaninya
dengan baik, Ia menjadi saksi bagimu,
memujimu, dan membenarkanmu di
dalamnya. Jika engkau menjamunya
dengan buruk, Ia berputar di kedua
matamu.
Kedua hari tersebut adalah ibarat dua
saudara. Salah seorang daripadanya
bertamu kepadamu, kemudian engkau
bersikap buruk terhadapnya, dan tidak
menjamunya dengan baik. Sesudah orang
tersebut pergi darimu, datanglah orang
satunya, kemudian berkata kepadamu, Aku
datang kepadamu setelah kepergian
saudaraku.
Jika engkau berbuat baik kepadaku,
perbuatan baikmu ini akan menghapus
perbuatan burukmu kepada suadaraku
sebelum ini dan memaafkan apa yang telah
engkau perbuat terhadapnya. Hati-hatilah
engkau, jika aku berkunjung kepadamu dan
aku datang kepadamu setelah kepergian
saudaraku darimu. Sungguh, engkau telah
beruntung mendapatkan pengganti jika
engkau mau berfikir.Periksalah apa yang
telah engkau sia-siakan!.
Jika engkau menyamakan orang kedua
seperti orang pertama, maka alangkah
pantasnya engkau binasa karena kesaksian
dua orang tersebut terhadap dirimu!.
Sesungguhnya sisa umur itu tidak ada
nilainya. Seandainya semua dunia
dikumpulkan, maka dunia tidak lebih dari
satu hari dalam umur seseorang.
Jangan sekali-kali mayat di kuburan itu
lebih bisa menghargai sesuatu yang ada
di tanganmu daripada engkau sendiri.
padahal sesuatu tersebut milikmu. Demi
Allah. jika dikatakan kepada mayat di
kuburan. ‘Inilah dunia itu dan awal hingga
akhir. Engkau memberikannya kepada
anak-anakmu kemudian mereka
bersenang-senang dengannya
sepeninggalmu. Engkau lebih mencintai
mereka ataukah lebih mencintai hari di
mana engkau dibiarkan beramal untuk
dirimu? Pasti ia memilih pilihan kedua..
Bahkan, seandainya ia disuruh memilih
satu jam dengan waktu berjam-jam milik
orang lain seperti telah aku jelaskan
kepadamu, pasti ia lebih memilih waktu
satu jam tersebut untuk dirinya.
Bahkan lagi, jika ia disuruh memilih
antara satu kata yang mendapatkan pahala
dengan hal-hal lain seperti telah aku
jelaskan kepadamu, pasti ia lebih menyukai
satu kata tersebut.
Periksalah dirimu hari ini! Lihatlah
waktu! Agungkanlah kata! Hati-hatilah
terhadap kerugian ketika Hari Kiamat
telah tiba! Semoga Allah menjadikan
nasihat ini bermanfaat bagiku dan bagimu.
Semoga Allah memberi kita hasil yang
baik.

Ghibah

Waspadai Penggunjing
Saat Imam Hasan Al-Basri memberikan
wejangan kepada para santrinya. Tiba-
tiba ada salah satu orang yang hadir
mengangkat tangan dan berkata, "wahai
Imam, kami ingin menyampaikan satu hal
jika diperkenankan". Dijawab oleh Imam
Hasan Basri "silakan !"
Kemudian orang tersebut bercerita "wahai
Imam, aku sangat mengagumi majlismu,
sungguh ini adalah majlis yang sangat
berwibawa dan penuh kesejukan. Akan
tetapi kenapa ada ditempat jauh disana ada
seorang guru yang selalu menyebut Imam
Hasan Al-Basri dengan sebutan yang
tidak pantas dan menjelek-jelekkan Imam
Hasan Al-Basri."
Sebelum orang tersebut selesai berbicara
Imam Hasan Basri telah memotong
pembicaraanya dan berkata, "hentikan
wahai tamuku pembicaraanmu! sekarang
dengarlah omonganku! Orang yang engkau
sebut itu aku sangat mengenalnya, karna
dia adalah salah satu sahabatku. Adapun
yang kau sampaikan kepadaku bahwa dia
selalu membicarakan kejelekanku maka
ketauilah!jika engkau berbohong dengan
omonganmu itu maka engkau harus di
cambuk, sebab engkau telah berdusta"
Seketika orang tersebut menyambut dan
berkata. "wahai Imam, sungguh aku tidak
bedusta karena aku mendengarnya
langsung." Kemudian Imam Hasan Basri
melanjutkan pembicaraanya, "dan jika apa
yang engkau sampaikan itu adalah benar
maka engkau juga harus di cambuk karena
engkau telah menggunjing dan mengadu-
domba antara aku dengan temanku itu,
kira-kira kamu pilih yang mana?"
Mendengar ungkapan Imam Hasan Al-
Basri ini orang tersebut merasa malu dan
akhirnya permisi dan bergegas
meninggalkan majlisnya Imam Hasan
Basri.
Sebuah kecerdasan hati memancar dari
diri sang imam. Hati yang tanggap
terhadap penyakit yang dihembuskan oleh
otak-otak kotor dan hati-hati yang tidak
terdidik. Menyebut kejelekan orang lain
adalah antara menggunjing dan berdusta.
Jika benar yang di bicarakan itulah hakekat
menggunjing dan jika tidak benar itulah
berdusta.
Dan zaman kita bukanlah zaman yang lebih
baik dari zamanya Imam Hasan Al-
Basri. Artinya, kita di tuntut untuk lebih
ketat dalam menjaga hati kita agar tidak
terjangkit penyakit kebencian kepada
sesama yang di hembuskan bersama
gunjingan yang kita dengar. Kita harus
pandai menghentikan usaha orang-orang
terlena dalam menghancurkan keindahan
kita dalam bermasyarakat.
Sungguh menggunjing adalah adalah
pekerjaan yang membawa dosa yang amat
besar. Jika kita tahu betapa besar dosanya
berzina dan betapa busuk dan menjijikkanya
ia. Akan tetapi sungguh kebusukan dan
kekejian zina masih terkalahkan oleh
menggunjing. Orang tidak berzina kecuali
di tempat tertentu. Akan tetapi yang
namanya menggunjing, sungguh medanya
teramat luas. Kerlingan mata dan batuk
yang dibuat-buatpun bisa mengandung
makna gunjingan. Bahkan seorang yang
lagi duduk di tengah mesjid atau seorang
ustad yang lagi berceramah diatas
mimbarpun bisa menggunjing.
Orang sering terlena dengan menggunjing.
Terbawa dalam sebuah perbincangan yang
panjang lebar tiba-tiba tanpa disadari ia
telah berada di tengah tengah lautan
gunjingan. Bahkan ada yang menggunjing
sudah mendarah-daging didalam dirinya
hingga ia tidak sadar jika setiap gerak dan
ucapanya selalu memberi arti gunjingan.
Yang selamat adalah yang waspada, Imam
Hasab Al-Basri adalah suri tauladan
kita. Cermati semua orang yang berbicara
dengan Anda. Jika yang di bicarakan
adalah kejelekan sahabat Anda atau yang
lainya. Maka ketauhilah itu adalah
gunjingan. Dan sadarilah bahwa di balik
pembicraan itu adalah racun yang ditabur
di hati Anda. Tanpa Anda sadari setelah
itu Anda akan berprasangka buruk kepada
orang yang Anda dengar ceritanya. Dan
bisa jadi yang semula Anda hanya menjadi
pendengar di suatu saat Anda telah berubah
menjadi penggunjing. Semoga Allah
menjauhkan kita dari digunjing dan
menggunjing.

Nasihat tabiin

Kata mutiara 1
“Wahai anak Adam! Kalian tidak lain
hanyalah kumpulan hari , setiap satu hari
berlalu maka sebagian dari diri kalian pun
ikut pergi.”

Kata mutiara 2
“Diantara tanda berpalingnya Allah
Subhanahu Wata’ala dari seorang hamba
adalah Allah menjadikan kesibukannya pada
hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Kata mutiara 3
“Semoga Allah merahmati seorang hamba
yang merenung sejenak sebelum melakukan
suatu amalan . Jika niatnya adalah karena
Allah, maka ia melakukannya. Tapi jika
niatnya bukan karena Allah maka ia
mengurungkannya.”

Kata mutiara 4
“Tidaklah datang suatu hari dari hari-hari
di dunia ini melainkan ia berkata, “Wahai
manusia! Sesungguhnya aku adalah hari
yang baru, dan sesungguhnya aku akan
menjadi saksi (di hadapan Allah) atas apa-
apa yang kalian lakukan padaku. Apabila
matahari telah terbenam, maka aku akan
pergi meninggalkan kalian dan takkan pernah
kembali lagi hingga hari kiamat.”

Kata mutiara 5
“Janganlah Anda tertipu dengan banyaknya
amal ibadah yang telah Anda lakukan,
karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui
apakah Allah menerima amalan Anda atau
tidak.”

Kata mutiara 6
“Jangan pula Anda merasa aman dari
bahaya dosa-dosa yang Anda lakukan,
karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui
apakah Allah mengampuni dosa-dosa Anda
tersebut atau tidak.”

Kata mutiara 7
“Saya belum menemukan dalam ibadah,
sesuatu yang lebih sulit dari pada shalat di
tengah malam .”

Kata mutiara 8
“Seorang mukmin hidup di dunia bagaikan
seorang tawanan yang sedang berusaha
membebaskan dirinya dari penawanan dan ia
tidak akan merasa aman kecuali apabila ia
telah berjumpa dengan Allah Subhanahu
wata’ala. “

Kata mutiara 9
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan
kematian, sakit dan sehat (bagi setiap
hamba-Nya). Barang siapa mendustakan
takdir maka sesungguhnya ia telah
mendustakan al-Qur’an . Dan barang siapa
mendustakan al-Qur’an, maka sesungguhnya
ia telah mendustakan Allah.”

Kata mutiara 10
“Wahai anak Adam, jual lah duniamu untuk
akhiratmu , niscaya kamu untung di
keduanya, dan janganlah kamu jual
akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan
rugi di keduanya. Singgah di dunia ini
sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana
sangatlah panjang.”
Seorang pemuda mendatangi al-Hasan al-
Bashri dan mengadukan masalah yang
sedang ia hadapi kepadanya. Pemuda
tersebut berkata, “Saya telah berusaha untuk
bisa menjaga shalat malam, akan tetapi
sampai saat ini saya masih belum mampu
untuk melaksanakannya.” Al-Hasan al-
Bashri menjawab, “Dosa-dosamu telah
menghalangimu untuk melakukannya.”
Demikianlah, beberapa kalimat penuh
hikmah, mutiara islam, dari salah seorang
ulama salaf yang patut kita teladani.

Kamis, 16 Januari 2014

Dakwah Jihad Yang Besar

Dakwah Jihad Yang Besar
Kalau melihat ayat yang turun pertama kali tentang jahad adalah surat Al Furqon 52.
Maka janganlah kamu mengikut orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.
Ayat ini Makiyah artinya tak ada peperangan di Makkah maka Alloh perintahkan : “ Kuffu Aidiyakum / Tahanlah tangan kalian…. “
Sehingga ayat jihad pertama adalah ayat Da’wah dengan Al Quran. Dan terbukti semua sahabat kerja Da’wah semua di Makkah sehingga sedikit demi sedikit jumlah mereka semakin banyak.
Bahkan pada saat diboikot di Syi’ib Abi Thalib maka turun surat Yusuf 108 yang mengangkat sahabat / ummat ini jadi Da’i.
Katakanlah: “ inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah / yakin yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. “
Maulana Ahmad Bahawalpur katakan : jangan kamu berperang dengan orang kafir sebelum kamu menda’wahkannya. Kalian bisa dipentungi mereka karena bantuan Alloh SWT bukan dalam peperangan tetapi dalam da’wah.
Ibnu Abbas RA mengatakan : tidaklah Nabi SAW memerangi suatu kaum melainkan menda’wahkannya terlebih dahulu.
Maulan Syamim bagitahu : Makna Sabilillah adalah Terkumpulnya empat amalan Ambiya’ yakni Dakwah, Ta’lim Wa Ta’lum, Dzikir Ibadat, dan Khidmad. Jika kurang satu bukanlah Sabilillah. Sebagaimana sholat adalah kumpulan amalan berdiri, ruku’, sujud, dan duduk, maka jika kurang dari padanya bukanlah shalat.
Karena amal ambiya ada 4 sesuai dengan Al Baqoroh 129 : 129. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seseorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah ( As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Maulana Ilyas Rah a beritahu Amal Nabi ada 4 :
1.        Da’wah
2.        Ta’lim Wat Ta’lum
3.        Dzikir ibadat
4.        Khidmad.

Ini merupakan Shuroh / gambaran kehidupan Nabi SAW selama 24 jam. Dan inilah yang dinamakan Sabilillah.
Dalam kitab hayatussahabah banyak diriwayatkan Sahabat buat Da’wah saat perang, ta’lim saat perang, Dzikir dan Ibadat saat perang dan khidmad saat perang.
Hari ini Ummat islam memahami perang sebagai Jihad padahal perang adalah efek dari Da’wah. Karena jika Nabi hantar suatu pasukan / jamaah diperintahkan untuk menda’wahkan selama 3 hari jika mereka menolak mereka harus bayar Jizyah 10 persen penghasilan mereka, barulah jika mereka menolak juga langsung perangi.
Banyak orang hanya Ta’lim saja tak disertai dengan Da’wah mendatangi orang, dan disertai Dzikir Ibadat, dan Khidmad merasa sudah dalam Jihad sehingga mengutip hadits “ barang siapa yang pergi menuntut ilmu dihitung Sabilillah. Nabi SAW
Amal Ambiya’ kini telah terpisah pisah. Orang orang islam ada yang senang dengan Kajian Kajian Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih dan banyak haraqah yang mengkaji Al Qur’an dan assunah saja tanpa berda’wah, atau benci Majelis Thareqat dan para Intelektual yang fikir Fisik / bangunan / Fasilitas orang islam (Khidmad).
Ada juga yang senang ikut Thareqat sehingga berdiri Majilis Dzikir yang menjamur di Indonesia. Mereka ada yang mengaku Naqsyabandi, Qodari, Saman dll.
Sehingga ketika disampai puncak thareqat yang mereka yakini seolah tak perlu syariat lagi dan menganggap orang yang ngaji baru ditingkat dasar agama sedangkan mereka merasa sudah Ma’rifat dengan Alloh SWT.

Ada orang islam yang senang Khidmad, bangun rumah sakit islam, bangun ekonomi islam, bangun masjid, bikin santunan anak yatim dsb, dan tak suka dengan orang yang ekstreem menurut mereka artinya orang yang kembali kepada Al Quran dan As-Sunnah saja.

Kelebihan umat Rasul SAW

Bersyukur kita ke hadrat ALLAH s.w.t kerana kita masih diberikan peluang dan ruang untuk kita berada di bulan Ramadhan dan mengamalkan sebanyak Bayaknya ibadah, kebajikan, kebaikan yang dpt kita lakukan. 
Sesungguhnya apabila tiba sahaja bulan Ramadhan, kita digalakkan untuk sentiasa mengucapkan salam Ramadhan kepada rakan2 kita tidak kira dimana kita berada. Ini kerana Ramadhan hanya datang setahun sebulan dan kita tidak tahu entah kita masih sampai ke Ramadhan pada tahun berikutnya, atau kita ditakdirkan oleh ALLAH s.w.t untuk mengakhiri Ramadhan kita di tahun ini. 
Kita berdoa kepada ALLAH s. w.t supaya disampaikan kita kepada Ramadhan2 yang akan datang supaya bulan yang penuh dengan rahmat dan keampunan ini dapat kita capai semaksimal mungkin selagi mana diizinkan oleh ALLAH s.w.t . InsyaALLAH. 
Hidup ini tidak lama, mati datang tiba2 . Baru2 ini ana telah menghadiri solat sunat tarawih di Masjid Sultan Ismail skudai dan apabila berakhir sahaja solat sunat witir, satu tazkirah telah diberi oleh seorang ustaz dimana tajuk tazkirah itu sangat menarik minat ana untuk dikongsikan bersama2 kita semua. 
Ada 5 Kelebihan kita sebagai Umat akhir zaman, Umat Nabi Muhammad s.a .w. 
PETAMA : kita adalah sebagai Umat AKHIR zaman... 
Allah s.w .t telah memilih kita sebagai umat akhir zaman dimana tiada umat lain yang akan dijadikan oleh ALLAH selepas kita.
Walaupun begitu, pada hari akhirat di padang mahshar kelak, Allah akan menyusun semua umat manusia dari zaman nabi Adam hingga ke zaman nabi Muhammad s.a .w mengikut saf2 dan ALLAH telah memilih umat nabi Muhammad s.a .w untuk berbaris di saf yang pertama walaupun umat nabi Adam yang merupakan umat pertama dijadikan oleh ALLAH s.w. t. .
Ini menunjukkan betapa kasih dan sayang ALLAH kepada umat Nabi Muhammad s.a .w kerana Allah tdk mau umat nabi Muhammad s.a .w. berada terlalu lama di padang mahshar. 
HADIRIN
Coba bayangkan berapa lama umat manusia perlu berada di padang Mahshar kerana beribu juta manusia dihisab seorang demi seorang oleh ALLAH s. w.t dan ALLAH s. w.t telah memilih Umat nabi Muhammad s.a .w untuk dihisab terlebih dahulu berada di barisan perrama.. . 
KEDUA : Pahala yang berlipat ganda.
Kebaikan yang Umat nabi Muhammad s.a .w lakukan akan dibalas dengan berlipat ganda. 1 amalan dibalas dengan 10 kebajikan. MasyaALLAH.. begitu sayang ALLAH s.w .t kepada umat nabi Muhammad dibanding dengan umat2 yang terdahulu. Malahan, 1 kesalahan yang dilakukan akan dibalas dengan satu dosa yang setimpal. Sungguh kasih ALLAH s.w.t kepada kita iaitu umat Nabi Muhammad s. a. w.
KETIGA : Syafaat Nabi Muhammad s.a.w
Nabi Muhammad s.a .w merupakan satu2 nya nabi yang dapat memberi syafaat atau pertolongan hanya kepada umatnya di akhir zaman kelak. Begitu beruntungnya kita sebagai umat nabi Muhammad s.a .w. Umatw yang terdahulu tidak mempunyai pembela, penolong dan sebagainya tetapi Umat Nabi Muhammad s. a.w diberikan keistimewaan oleh ALLAH s.w. t untuk menerima syafaat oleh Nabi junujungan kita Muhammad s.a .w. Namun kini berapa ramai yang malu untuk mengaku sebagai seorang Islam. Berapa ramai yang malu untuk mengaku kita kasih dan sayang kepada Nabi junjungan kita nabi Muhammad s. a.w . 
KEEMPAT : Penangguhan siksaan di dunia 
Umat nabi muhammad s. a.w tidak akan diseksa atau di jatuhkan hukuman oleh ALLAH sehinggalah tiba hari akhirat kelak. Nabi Muhammad s. a. w telah memohon kepada ALLAH supaya memberikan peluang kepada Umatnya sehingga hari pembalasan untuk bertaubat kepada ALLAH terhadap kesalahan2 yang dilakukan.kita tinjau keadaan2 umat terdahulu yang dihapuskan oleh ALLAH s.w. t diatas muka bumi kerana kesalahan2 yang dilakukan namun bagi umat akhir zaman, peluang diberikan oleh ALLAH selagi mana nyawa tidak bercerai dengan jasad, umat nabi Muhammad s.a .w masih boleh memohon keampunan kepada ALLAH s. a.w. Begitu besar keistimewaan kita sebagai umat nabi Muhammad. 
KELIMA : Malam Lailatul Kadar 
Umat nabi muhammad s. a. w merupakan satu2 nya umat yang diberikan oleh ALLAH satu malam yang menyamai 1000 bulan iaitu malam lailatul kadar. SubhanALLAH. maha suci ALLAH yang maha pengasih dan penyayang kepada kita. Diberikan kita peluang2 yang sangat tidak ternilai harganya untuk kita kumpul untuk bekalan di akhirat kelak. Betapa beruntungnya kita digelar Umat nabi Muhammad s. a.w . 
Saya ingin mengambil satu kisah berkaitan dengan Nabi yang digelar kalamULLAH... (nabi yang dpt berkata2 dengan ALLAH s.w.t) iaitu nabi Musa As.Nabi musa as bertanya kepada ALLAH s.w. t : “Adakah akan wujud satu umat yang lebih baik dari umat ku ini Ya ALLAH?" 
ALLAH menjawab :"Ya", 
Nabi Musa berkata lagi : ”jika begitu Ya ALLAH, aku memohon kepadaMU untuk mejadi nabi bagi umat yang terbaik itu.” 
ALLAH menjawab : "AKU telah memilih nabi yang bakal menjadi ketua bagi umat ini". 
Nabi Musa berkata : "Kalau begitu Ya ALLAH, cukuplah bagi aku untuk menjadi salah seorang daripada umat yang terbaik itu". 
ALLAH s.w. t menjawab : "AKU telah memilih siapakan yang akan menjadi umat terbaik ini." SubhaNALLAH . 

Memang kita tidak meminta untuk menjadi umat akhir zaman namun ALLAH s.w. t telah MEMILIH kita untuk menjadi umat terbaik. Malahan permintaan nabi Musa ditolak oleh ALLAH s.w.t.

Fikir Rasulullah


Rasulullah selalu merisaukan bagaimana ummat semuanya menjadi da’i; ummatnya mengamalkan agama dengan sempurna; dan ummatnya masuk syurga, terbebas dari adzab neraka. Tanda kasih sayang Rasulullah pada ummat adalah hari-hari Rasulullah selalu mendatangi ummat. 
Jika telapak kaki Rasulullah diberi tanda merah, maka tempat-tempat di Mekkah dan Madinah semua berwarna merah karena pernah dilewati atau didatangi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka jumpa ummat.   
Rasulullah diutus oleh Allah kepada semua manusia sampai hari kiamat. Rasulullah paham bahwa diri beliau tidak akan hidup sampai hari kiamat dan tidak bisa mendatangi semua manusia di ujung-ujung dunia, maka beliau mencetak semua sahabatnya untuk memiliki fikir dan risau beliau. Keberhasilan usaha dakwah Rasulullah ini menjadikan seluruh para sahabat semuanya 100 % adalah da’i; para sahabat mampu mengamalkan agama secara sempurna; dan para sahabat telah dijamin masuk syurga. 
Dengan usaha dakwah selama 10 tahun di Madinah, Rasulullah telah   membentuk 125 kali rombongan sahabat untuk mendakwahkan agama (iman dan amal) ditempat yang dekat atau jauh. Melalui para sahabat, agama tersebar ke seluruh alam sehingga sampai pada kita saat ini. Inilah maksud bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmatallil ’aalamiin, yaitu menjadikan orang lain bukan hanya ahli ibadah, tetapi ahli dakwah. 

Dengan usaha dakwah iman meningkat; meningkatnya iman ditandai dengan mudahnya melaksanakan amal ibadah mengikuti contoh Rasul-lullah; tanda ibadah betul hubungan dengan orang lain dalam muamalah dan mu’asyarah baik; dan pucaknya akhlaknya menjadi baik. Tanda akhlak baik mempunyai sifat kasih sayang, sabar, syukur, tawadhu’ sebagaimana sifat-sifat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Cara mudah untuk mengenalinya dapat dilihat pada raut mukanya yang sumringah (suka senyum) dan mudah bergaul.

Bagaimana Jika dakwah ditinggalkan


1. Diharamkan keberkahan wahyu (Tidak bisa memahami al-qur’an dan hadits)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. beliau berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Apabila ummatku mengagungkan dunia maka akan dicabut d...arinya kehebatan islam, apabila mereka meninggalkan amr bil ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi ‘anil munkar (mencegah kemungkaran maka diharamkan atasnya keberkahan wahyu dan apabila mereka saling caci mencaci maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah swt. (HR Hakim dan Tirmidzi – Dari kitab Durrul mantsur).
2. Diadzab sebagaimana diadzabnya Bani israil
Dari Urs bin ‘amirah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab masyarakat banyak disebabkan kejahatan segelintir orang, sehingga segelintir orang itu melakukan suatu kejahatan yang sebenarnya mampu dicegah oleh masyarakat banyak, tetapi mereka tidak berusaha mencegahnya. Ketika terjadi demikian, maka Allah akan membinasakan semuanya, masyarakat banyak dan segelintir orang tersebut” (HR Imam thabrani dan sanad-sanagnya tisqat/terpercaya – majmauz zawaa’id VII/528).
Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [5:78]
3. Doa tidak dikabulkan
Dari Hudzaifah bin al yaman ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : ” Demi dzat yang nyawaku dalam kekuasaannya! kalian harus menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ! atau (jika tidak), Allah akan mengirimkan pada kalian adzab dari-Nya, kemudian kalian berdoa (meminta tolong kepada-Nya), tetapi Dia tidak menerima doa kalian (HR Tirmidzi, katanya hadits ini hasan. Bab tentang amr ma’ruf nahi munkar, hadits nomor 2169).
4. Dibangkitkan pemimpin yang dhalim

Hadzat abu darda ra. salah seorang shahabat yang masyhur berkata : “Tetaplah kamu menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau tidak Allah Swt akan membangkitkan pemimpin (raja) yang dhalim yang memerintah kamu. Dia (aja dhalim) tidak akan menghormati orang tua kamu dan tidak akan menaruh belas kasihan kepada yang muda-muda dikalangan kamu. Pada masa itu, doa orang-orang shalih tidak akan diterima, Kamu inginkan bantuan tapi bantuan tidak akan diberikan, kamu mohon keampunan tetapi Allah swt tetapi kamu tidak akan diampuni”.

Agama Wujud Apabila Kita Korban

Nabi buat usaha atas agama Allah telah beri amanah buat ajak manusia taat kepada Rabb yang sesungguhnya, mengajak manusia yang penuh dengan nur kehidupan yang penuh dengan hidayah kehidupan yang penuh dengan kelemah lembutan dan akhlak yang afimah, Satu persatu kegelapan telah pergi dan berganti dengan cahaya perlahan-lahan kesesatan Allah telah rubah dengan petunjuk, perlahan-lahan kebuasan saat itu Allah telah rubah dengan kelemah lembutan dan kasih sayang,
Bukan mudah Nabi buat usaha, Nabi pergi pagi pulang petang menghadapi bermacam-macam kesusahan dan penderitaan caci maki bahkan ancaman bunuh dari pada orang-orang kafir yang ketika itu belum menerima Agama ini.
Khadijah r.ha hari demi hari terus mengorbankan kehormatannya kemuliaannya dan seluruh harta bendanya untuk bantu perjuangan Nabi, Ketika Nabi belum buat dakwah, Nabi belum ajak-ajak manusia pada kebaikan, seluruh penduduk mekkah panggil dengan al amin (Nabi yang terpercaya) Nabi ash siddiq (Nabi yang bisa dipegang bicaranya) Nabi at tayyib (Nabi yang paling baik)
Tetapi ketika Nabi mulai kerja dakwah satu persatu gelar itu mereka ganti, Nabi al majenun (Nabi gila) Nabi pendusta Nabi adalah ahli sihir yg nyata dan pendusta besar. (na'udzubillah)
Hari demi hari Nabi buat usaha dakwah, pergi pagi dengan pakaian putih bersih pulang petang hari dengan rambut penuh debu baju telah kotor dengan kotoran unta kotoran kambing bahkan tak jarang tubuh Nabi yang putih kadang- kadang  berlumuran darah pulang dipetang hari.
Terkadang sering kali Nabi pulang terlambat kerumah karena sibuk ajak manusia kepada kebaikan selamatkan manusia huru hara padang mahsyar Nabi mau manusia selamat dari hura hara akhirat sehingga sering kali Nabi terlambat pulang.
Ketika pulang istri telah tidur Nabi ketuk pintu sekali dua kali tidak dibuka maka Nabi buka surban dan tidur didepan rumah dengan udara sejuk dan badai padang pasir sering mengamuk tapi Nabi duduk diluar dan tertidur diluar hingga pagi menjelang subuh khadija r.ha bangun barulah tau kalau suami tidur diluar dan dibangunkan.
Bukan khadijah yang minta maaf  tapi Nabi salallahu'alaihi wassallam yang minta maaf..''Maafkan aku Khadijah aku tak mau mengganggu nyenyak tidurmu tadi  malam aku tak mau ganggu mimpi indahmu tadi malam.
Subhanallah..begitu lembutnya akhlak Nabi salallahu 'alaihi wasslallam.
Seluruh harta kekayaan Khadijah diserahkan pada suaminya Nabi salallahu'alaihi wassallam untuk perjuangkan Agama ini,
2/3 harta kekayaan dikota mekkah milik khadijah tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat tidak ada pakaian tidak ada kafan digunakan untuk menutupi jasad Khadijah radhiyallahu 'anha, Bahkan pakaian Khadijah yang digunakan ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.
Dikisahkan satu hari Nabi salallahu 'alaihi wassallam pulang dari kerja dakwah ketika pulang masuk kedalam rumah biasa Khadijah menyambut berdiri didepan pintu, ketika Khadijah berdiri hendak menyambut Nabi salallahu 'alaihi wassallam
Nabi berkata..''Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu..'' Ketika itu Khadijah sedang menyusu Fatimah yang masih bayi.
Karna begitu pengorbanan Nabi dan Khadijah untuk Agama ini hingga saat ini kita bisa mengenal Rabb, kita bisa mengenal sholat, kita bisa mengenal Tuhan sebenarnya, dan kita bisa mengenal Allah.
Seluruh harta kekayaan mereka telah habis, sehingga fatimah hendak menyusu bukan air susu yang keluar tapi darah yang keluar dan masuk kedalam mulut fatimah r.ha,maka Nabi salallahu 'alaihi wassallam telah mengambil Fatimah dan meletakkan ditempat tidur dan Nabi salallahu 'alaihi wassallam berbaring dipangkuan Khadijah radhiyallahu 'anha.
Nabi begitu lelah jumpa manusia dengan menghadapi caci maki dan fitnah manusia, ketika itu Nabi tertidur ketika itulah dengan belaian kasih sayang membelai kepala Nabi salallahu 'alaihi wassallam tidak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Nabi.
Dan Nabi terbangun berkata ''Wahai Khadijah mengapa engkau menangis,? Adakah engkau menyesal mempersuamikan aku Muhammad, dahulu engkau wanita bangsawan engkau mulia engkau hartawan tetapi hari ini engkau telah dihina orang,
Semua orang telah menjauh darimu seluruh hata kekayaanmu telah habis adakah engkau menyesal wahai Khadijah mempersuamikan aku (Muhammad)..??
Khadijah berkata ''''Wahai suamiku , wahai Nabi Allah bukan itu yang aku tangiskan, dahulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu mempunyai kebangsawanan, kebangsawanan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu aku memiliki harta kekayaan dan kuserahkan juga pada Allah dan Rasul-Nya.
Wahai Rasulullah sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi, tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini, “Wahai Rasulullah sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah sungai, lautan engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan maka engkau galilah lubang kuburku engkau gali engkau ambil tulang belulangku engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah ingatkan kepada mereka yang hak ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah”.'
Allahu Akbar.
Seorang suami yang agung seorang istri yang agung, suami istri berpelukan sambil menangis memikirkan Agama ini.

Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah, Agama sampai pada kehidupan Agama, Agama sampai pada kampung kita, Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita, Agama sampai pada ke hati-hati kita.
Bukan di bawa oleh burung, bukan dibawah oleh angin, bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat, dibawah oleh para janda-janda para sahabat, dibawah oleh yatim-yatim para sahabat.
Ulama sampaikan,  hari ini kita senang-senang amal Agama diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat.
Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah r.ha..!!!
Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka apa yang harus kita jawab dihadapan Allah kalaulah kita jumpa Allah apa yang kita jawab dihadapan Nabi apa yg kita jawab didepan Abu Bakar yang menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama ini, apalah yang akan kita jawab dihadapan ibu-ibu yang mulia kalau ibu jumpa dgn sahabiyah'' yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah, apa yang akan kita jawab sekiranya kita jumpa anak-anak yatim para sahabat sedangkan mereka yang telah menggerakan ayah'nya untuk memperjuangkan Agama ini.
Allahu Akbar
Agama sangat berhajat pada pengorbanan, Agama tidak akan tersebar dengan tulisan-tulisan dan Agama tidak akan tersebar dengan bicara-bicara.
Agama tidak akan pernah wujud dalam kehidupan kita tanpa mengorbankan diri kita, sudah menjadi syarat Agama akan wujud melalui pengorbanan, hidayah akan datang dalam diri kita melalui pengorbanan, Agama akan tersebar hidayah akan tersebar diujung  dunia melalui pengorbanan. 

''Hai orang-orang mukmin,  jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.'' (QS. Muhammad 7)

Ayat-Ayat Tentang Iman dan Amal Shaleh

Pahala-Pahala Keluar Dijalan Allah
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik." (QS. Ali 'Imran : 195)
Menginfaqkan Harta Pada Jalan Allah
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Baqarah : 195)
Azab Allah Bagi Mereka Yang Tidak Keluar Pada Jalan Allah
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At Taubah : 39)
Mengabaikan Dakwah
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al A'raaf : 165)
Orang Yang Berpaling Dari Jalan Allah
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. (QS. Muhammad : 38)
Derajat Seorang Dai
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (QS. An Nisaa' : 95)
Sebaik-Baik Orang Yang Beriman

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang bermusafir, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. (QS. At Taubah : 112) 

Minggu, 15 September 2013

Seruan Kepada Kaum Muslim

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt. pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu diantara keduanya beserta semua keteraturannya. Dialah zat dimana semua jiwa ada di tangan-Nya, Dialah sebaik-baik tempat berharap dan sebaik-baik pembalas atas semua yang kita lakukan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terus tercurahkan kepada manusia mulia dan agung sepanjang masa Muhammad rasulullah saw., kepada shahabatnya, keluarganya dan siapa saja yang terus setia memegang apa-apa yang beliau wariskan, yang pegangan itu lebih erat daripada genggaman tangan seorang bayi pada telunjuk ibunya, dan semoga kita semua termasuk didalamnya.
Saudaraku, ikhwan wal akhwat fil Islam, para syabab (pemuda) yang sangat kami cintai dan kami banggakan, yang perubahan terletak di tangan kita, perkenankanlah kami, manusia yang baru mengenal Islam, yang tentunya sebagai insan penuh khilaf dan kesalahan ini untuk sedikit menyampaikan tentang suatu hal yang amat tinggi, mulia dan besar tentang agama ini. Kami berharap saudara tidak merasa bosan ataupun digurui dengan tulisan ini karena kami dengan segala kelemahan hanya berharap risalah ini bisa membangkitkan semangat setiap muslim.
Ketahuilah wahai saudaraku, Islam adalah agama yang sangat sempurna, Islam tidaklah terbatas pada tuntunan agar kita sukses di akhirat, tetapi juga petunjuk sukses di dunia. Islam bukanlah agama ritual yang hanya mengatur ibadah mahdhah individu, tetapi ia pun adalah agama sosial yang mengatur masyarakat. Islam adalah satu-satunya agama sekaligus pandangan hidup (ideologi) bagi ummatnya. Islam adalah satu-satunya agama yang  memiliki mu’jizat hingga saat ini: al-Qur’an, yang tantangannya belum pernah ada yang menjawabnya hingga detik tulisan ini dibaca. Dan tak akan pernah bisa.
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (TQS al-Baqarah [2]:23-24)
Ada apa dengan Islam? kenapa agama yang begitu mulia, tinggi dan sempurna ini justru menjadi pesakitan? kenapa kemiskinan, kemerosotan moral, mahalnya biaya pendidikan, ketidakadilan, ketidakjujuran, kriminal, kecurangan, justru berada di kebanyakan negara kaum muslimin?
Padahal kita ingat dahulu kala Rasulullah menerapkan Islam di Madinah pada tahun 623 M yang bisa bertahan sampai tahun 1924 M dengan segala keluarbiasaannya, Sejarah tidak bisa berbohong bahwa abad keemasan umat muslim (Islamic golden age) pada saat kekhilafahan abbasiyyah dan awal kekhilafahan utsmaniyyah (750 M – 1500 M) telah menyatukan lebih dari 1/3 dunia, kekuasaan membentang dari sebagian eropa (andalusia/spanyol) hingga dataran balkan yang kekuatan laut maupun daratnya ditakuti di dunia. Dunia mengingat nama Muhammad al-Fatih (Muhammad II the Conqueror) pemimpin para pemuda yang kala itu berusia belum genap 23 tahun pada tahun 1452 M menaklukkan Konstantinopel (Byzantium) yang kala itu merupakan negara adidaya.
Juga tertulis dengan tinta emas dalam sejarah peradaban manusia karya besar pemikir dan saintis muslim seperti al-Khawarizmi dengan teori matematikanya, al-Kindi dengan pemikirannya, Ibnu Sina dengan ilmu kedokteran dan kesusasteraannya yang telah menulis Asas Pengobatan (Canons of Medicine) serta ilmu optik, Ibnu Khaldun dengan sejarahnya dan Ibnu Rusyd dengan fikihnya.
Pada pendidikan pun tak kalah hebatnya Imam Ad Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas) (sekitar 5 juta rupiah dengan kurs sekarang). Atau pada masa Khalifah Harun al-Rasyid dimana tidak ada warga negara yang miskin sehingga zakat bagi orang miskin tidak dibagikan.
Jelas sudah, bahwa sesungguhnya ada sesuatu dari Islam yang telah hilang. Sesuatu yang dengan sengaja dihilangkan oleh orang-orang yang tidak senang kepada Islam dengan segala daya dan upaya mereka. Sesuatu yang telah hilang inilah yang akhirnya menimbulkan ketakutan (phobia) yang luar biasa kaum muslimin terhadap Islam. Sesuatu yang telah hilang ini telah menjalarkan virus ketidakpercayaan dan ketakutan pengemban da’wah Islam untuk menyuarakan Islam yang mulia. Sesuatu yang telah hilang ini pun mengakibatkan pemuda-pemuda Islam akhirnya hidup kebanyakan tanpa tujuan yang jelas, mereka menjadi seorang ilmuwan tanpa agama dan menjadi ahli ibadah tanpa ilmu dunia, tertipu oleh paradigma berfikir yang diajukan oleh pemikir-pemikir yang benci kepada Islam: ingin dunia tinggalkan agama dan ingin agama tinggalkan dunia.
Sungguh upaya dan daya dari orang-orang dan kelompok-kelompok yang tidak senang dengan Islam telah menemui keberhasilan mereka. Mereka telah berhasil membuat kaum muslim berfikir bahwa agama Islam hanyalah ritual semata sehingga mereka bisa lega dari ketakutan mereka akan Islam kaaffah (ritual dan politis). Mereka telah berhasil membuat pandangan bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah bukanlah satu-satunya sumber rujukan kaum muslim tetapi hanya pilihan saja sehingga mereka bisa menjual standar, aturan dan nilai-nilai rendah mereka kepada kaum muslim. Mereka telah berhasil membuat kaum muslim merasa takut, ketinggalan zaman ketika mempelajari Islam sehingga mereka dapat selamat dari ketakutan mereka yaitu bersatunya kaum muslim dengan Islam kaffah. Mereka berhasil membius kaum muslim dengan budaya dan keindahan semu dunia sehingga mereka bisa tetap memeras kekayaan kaum muslim. Mereka telah berhasil membuat kaum muslim terpecah belah dengan oknum-oknum hasil didikan mereka sehingga mereka bisa selamat dari kekuatan kaum muslimin yang bersatu. Mereka berhasil membuat persepsi bahwa pengemban Islam adalah menakutkan dan tidak profesional sehingga kaum muslim yang belum mengerti berpaling dari para pengemban da’wah Islam.
Sungguh rasulullah yang kita cintai telah bersabda dalam khutbah beliau yang terakhir  (khutbah wada’) “Aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang tehguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Sesuatu tersebut ialah sesuatu yang jelas yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya (as-Sunnah)” .
Inilah sesuatu yang hilang dari Islam. Islam layaknya sebuah sistem yang tidak akan dapat berfungsi secara normal bila salah satu komponennya tidak diterapkan, apalagi hanya satu komponennya yang diterapkan. Inilah yang terjadi dengan Islam, kaum muslimin saat ini kebanyakan hanya mengambil sebagian daripada seruan-seruan Allah tetapi tidak mengambil sebagian yang lain. Dengan kata lain, penerapan Islam secara tidak sempurnalah yang membuat kondisi kaum muslim menjadi terpuruk. Allah berfirman dalam kitabnya dalam hal-hal seperti ini:
Apakah kamu beriman kepada sebahagian dari al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?  (TQS al-Baqarah [2]: 68)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (TQS Ali Imran [3]: 85)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (TQS an-Nisaa’ [4]: 60)
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maaidah [5]: 50)

Sebaliknya, penerapan Islam secara kaaffahlah yang membuat Islam menjadi satu-satunya ideologi yang disegani dan diperhitungkan di seluruh dunia. Ini dikarenakan karena Islam adalah agama sekaligus ideologi yang khas, yang mempunyai aturan di dalam semua aspek kehidupan, dan aturan itu bukanlah berasal dari manusia yang serba terbatas tetapi berasal dari zat mahasempurna dan maha mengetahui tentang ciptaan-Nya, Dialah Allah swt.
Pada hari ini telah Aku sempunakan din kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Aku ridhai Islam sebagai din kalian. (TQS al-Maidah [5]: 3)
Kami menurunkan kepadamu al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat mausia apa saja yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (TQS an-Nahl [16]: 44)
(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan denganya. (TQS Ibrahim [14]: 52)
Kami telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) ini sebagai penjelas segala sesuatu; juga sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi kaum Muslim. (TQS an-Nahl [16]: 89)
Walhasil, dengan berbekal keyakinan yang tidak akan tergoyahkan bahwa Islam adalah agama sekaligus Ideologi yang paling benar serta sempurna, kami menyerukan kepada saudara-saudara kami setiap muslim yang benar-benar kami sayangi untuk kembali merujuk kepada yang telah Allah turunkan kepada kita yaitu al-Qur’an dan Sunnah rasul-Nya dalam memutuskan setiap perkara didalam kehidupan kita dan berusaha untuk menerapkan Islam secara kaaffah dalam batas-batas maksimal yang kita sanggupi. Kita harus selalu menyadari bahwa Islam adalah agama politik yang mempunyai aturan-aturan dalam hal pengurusan ummatnya yaitu bagaimana manusia berhubungan dengan sesamanya, selain dari agama ritual yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah dan manusia dengan dirinya sendiri.
Untuk menerapkan Islam secara kaaffah, maka cara yang ditempuh harus dengan melakukan pendidikan politis berbasis Islam secara intensif kepada setiap individu muslim sehingga terbentuk kepribadian Islam yang bercirikan pola pikir dan pola sikap yang Islami. Pendidikan politik inipun akan mengimbangi kecerdasan intelektual setiap mahasiswa dengan semakin tingginya kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, dan dua kecerdasan yang terakhir inilah yang jarang kita terima di dalam kuliah ataupun sekolah. Dan proses berkelanjutan seperti ini akan melahirkan individu-individu yang bertakwa kepada Allah, yang membangun ilmu sains dan teknologinya berdasarkan aturan yang telah diberikan sang pencipta untuk mereka dan dengan motivasi yang luar biasa.
Untuk menerapkan Islam secara kaaffah pada masyarakat, kita pun perlu untuk mengubah pemikiran-pemikiran yang ada pada masyarakat, perasaan-perasaan yang diadopsi mereka dan tentu saja aturan-aturan yang diterapkan masyarakat untuk diubah menjadi berdasarkan Islam yang kaaffah.
Untuk menerapkan Islam secara kaaffah, maka perlu juga untuk membentuk aliansi-aliansi dan forum-forum yang didalamnya terdapat tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat, organisasi yang berpengaruh di masyarakat, dimana aliansi ini yang turut menjaga usaha penerapan Islam secara kaaffah, selain itu adanya pembentukan jaringan ini akan turut membantu usaha sosialisasi bahwa Islam memiliki solusi dalam setiap permasalahan manusia.
Dalam penerapannya sistem pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk tiga hal pada diri setiap individu muslim, yaitu terbentuknya kepribadian Islam (shakshiyyah Islamiyyah), penguasaan akan pengetahuan-pengetahuan Islam berkaitan dengan pemecahan masalah kehidupan (tsaqafah Islamiyyah) dan penguasaan ilmu sains dan teknologi. Dalam penguasaan ilmu sains dan teknologi, maka Islam memandang hal tersebut adalah wajib kifayah bagi seluruh kaum muslim, yang jika kaum muslim lalai untuk menguasai ilmu sains dan teknologi termutakhir, dosa karena kelalaian itu adalah pada seluruh kaum muslimin sama seperti ketika mereka melalaikan kewajiban yang lain. Oleh karena itulah, penguasaan ilmu dan teknologi oleh kaum muslimin ini harus difasilitasi dan didahulukan lebih daripada kegiatan-kegiatan lain yang tidaklah wajib.
Demikianlah seruan dari kami kepada setiap muslim yang selalu rindu akan kebenaran dan memperjuangkan kebenaran itu. Saudara-saudaraku yang mulia, ini bukanlah langkah puncak kita, tetapi ini hanyalah langkah awal kita dalam memperjuangkan satu-satunya kebenaran yaitu Islam. Kami mengajak semua pemuda untuk berdiri, bersatu padu dan memperjuangkan satu-satunya yang layak untuk diperjuangkan yaitu Islam, untuk membenarkan perkataan rasul-Nya dan untuk menyambut seruan Allah swt. Dimana jika Islam diterapkan atas izin Allah, Allah akan memberikan berkah dari langit dan bumi serta mencarikan kita jalan keluar dari arah yang tidak kita duga-duga. Dan yang terpenting, kita akan termasuk barisan orang-orang mukmin yang memperjuangkan agama-Nya, yang telah disediakan oleh-Nya bayaran dan balasan yang tidak bisa disamai dengan apapun yang dapat diindera oleh manusia.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (TQS al-A’raaf [7]: 96)
…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (TQS at-Thalaaq [65]: 2-3)
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” (TQS al-Baqarah [2]: 25)
wallahu a’lam bi ash-shawab
follow @felixsiauw

Lemah Lembut itu Kekuatan Nan Perkasa

kita perlu beristighfar atas kekurangan kita masing-masing, kelemahan diri kita dan kurangnya usaha dakwah kita hingga ummat Muhammad saw pada masa ini menghadapi berbagai masalah dalam berbagai rupa.
Zaman ini ummat Muslim dihajar habis-habisan oleh pemikiran kaum yang tidak suka dengan Islam, semisal terorisme, sekulerisme, pluralisme, demokrasi dan liberalisme. Dijangkiti pula oleh penyakit dari segi Harta, Tahta, Wanita. Ditambah pula dengan kaum remajanya yang dirusak oleh perang pemikiran (ghazwul fikri) dalam bentuk 3F; Food, Fun dan Fashion.
Seolah tidak cukup dengan keberadaan serangan dari luar ini, kaum Muslim menambah derita dan sengsara dengan melakukan permusuhan internal. Saling mencela dan memfitnah sudah jadi kontes tanpa akhir. Melaknat dan membuka aib laksanan rantai pembalasan dendam tanpa akhir, keduanya keras kepala dengan pembenaran “kami begitu karena anda begitu, kami berhenti bila anda berhenti” atau dengan slogan “pembalasan itu harus lebih kejam”.
Satu kelompok menjelek-jelekkan kelompok yang lainnya, dan kelompok lainnya merasa dirinya sendirilah yang benar dan yang lain sesat. Satu gerakan merasa dialah satu-satunya yang paling berjasa sementara gerakan yang lain menafikkan kebaikan gerakan yang satu. Senang bila partai lain terjengkang sementara satu partai lain bisa berdiri bahagia diatasnya seraya berkata “Makanya!”
Sudahlah dimusuhi, kita memusuhi diri sendiri
Sudahlah jatuh, ditimpa tangga, ditabrak truk lagi
Apalagi pada saat ini, sosial media telah menjadikan semua orang punya cara untuk mengumumkan diri. Bila dahulu kala metode komunikasi adalah satu arah, kini komunikasi tanpa tahu arah. Bila dahulu kala hanya pengemban dakwah yang sudah teruji yang bisa menyampaikan ide, sekarang siapapun bisa menyampaikan walaupun dirinya sendiri tak memahami apa yang dibicarakan.
Sebagian memang bagus hasilnya, namun sebagaian lagi tidak
Dunia maya memungkinkan arus pemikiran bertukar deras. Siapapun bisa mempublikasikan pemikiran dan siapapun bisa membantah, menyangkal, menghina, mencela, melaknat dan menjatuhkan. Ada orang yang merasa hebat bila bisa membungkam oang lain dalam media sosial, ada orang yang merasa paten bila bisa menyakiti saudaranya di media sosial.
Dan kata-kata kasar sudah menjadi keseharian dalam hidup kita
Saya tidak perlu mengambil contoh, karena tidak santun dalam tulisan ini. Juga anda sudah bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja saat ini. Walaupun penggemar kata-kata kasar ini jumlahnya tidak banyak, namun mereka —sialnya— persisten (baca: keras kepala).
Sepertinya orang yang menderita kecanduan kata-kata kasar ini mendapatkan semacam kepuasan —adrenalin atau apalah— saat mereka berhasil menyakiti orang lain dengan kata-katanya. Mungkin semisal sadisme lisan, senang bila orang terluka karena lidahnya (dalam kasus sosial media yaitu apa yang dia tulis).
Setelah banyak mengamati perilaku-perilaku semisal ini, hampir-hampir kami berkesimpulan bahwa kegemarn akan kata-kata kasar ini bagaikan penyakit menular dan membuat kecanduan. Pelaku pasti akan ketagihan untuk megucapkan kata-kata kasar, dan biasanya orang yang berkumpul bersama-sama mereka juga mendadak senang berkata-kata kasar.
Padahal kata-kata kasar itu tidak mematikan kecuali bagi empunya, karena telinga pemilik kata-kata kasarlah yang paling dekat dengan tajam lidahnya. Memang betul, bila tajam lidahnya biasanya tumpul akalnya.
Bila lelaki yang berlisan kasar, maka itu akan merendahkan martabatnya. Namun bila wanita yang berlisan kasar, tentu itu lebih mengerikan lagi. Hilanglah segala keanggunannya, kemuliaan dan kehormatan dirinya, enggan dan pantang bagi lelaki mendekati.
Mengapa? Karena lisan itu ukuran akal. Lisan kita adalah apa yang senantiasa kita baca, kita dengar dan kita pikirkan. Apa yang masuk itu jualah yang keluar. Maka orang-orang yang berlisan kasar penuh serapah pastilah bukan Al-Qur’an yang dia daras.
Bila kita sering mencermati Al-Qur’an dan kisah-kisah Rasulullah serta para sahabat. Kita akan terenyuh dibawa, melarut didalam arus keindahan akhlak dan santun perilaku mereka. Generasi terbaik tanpa tanding karena tangis merendah mereka kala malam, kesempurnaan hidup mereka tatkaka siang, dan keimanan mereka sepanjang hidup
Kisah Rasulullah adalah pertunjukan paling memukau. Linang airmata kita yang jadi saksi kesabaran Rasulullah Muhammad saw, manusia terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini. Segala puji milik Allah yang menurnkan manusia yang diberi puji-pujian oleh manusia karena sifatnya yang paling terpuji.
Apalagi Al-Qur’an yang tiap hurufnya adalah kebaikan, merangkai kata-kata penuh hikmah dan kalimat penuh keberkahan. Tiap ayat adalah alunan yang lebih indah daripada sastra manapun, menjelma menjadi paragraf-paragraf penuh arti. Ia adalah surat cinta mesra dari Allah Pencipta Semesta Alam.
Duhai, bagaimana mungkin jiwa yang penuh dengan ilmu dan iman bisa mengeluarkan kata-kata kasar? Tidak mungkin.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS Ali Imraan [3]: 159)
Begitulah sifat Rasulullah yang dijelaskan Allah melalui Al-Qur’an, dia lemah lembut, tidak keras dan berhati kasar, pemaaf dan pengampun, serta senang meminta pendapat dalam satu urusan.
Kelembutan itu adalah rahmat daripada Allah yang diberikan pada hamba pilihan-Nya
إنَّ فيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ : الْحِلْمُ وَالأنَاةُ
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yaitu ketenangan dan ketelitian” (HR. Muslim)
إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ ، وَيَعْطِي عَلَى الرِّفْقَ مَا لاَ يَعْطِي عَلَى الْعُنْفِ ، وَمَا لاَ يَعْطِي عَلَى سِوَاهُ
“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan. Dia memberikan pada kelembutan, apa-apa yang tidak diberikan pada sikap kasar, dan tidak pula Dia memberikan pada yang selainnya”. (HR Muslim)
Rasulullah saw juga bersabda,
عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ ، وَإِيَّاكَ وَالْعُنْفِ ، وَالْفَحْشِ ، إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ ، وَلاَ يَنْزِعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
“Wajib bagimu untuk berbuat lemah lembut, berhati-hatilah dari sikap kasar dan keji, sesungguhnya tidaklah sikap lemah lembut ada pada suatu perkara kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, melainkan akan memburukkan perkara tersebut”. (HR Muslim)
Dari Jarir bin Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda,
مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ ، يُحْرَمُ الْخَيْرَ كُلَّهُ
“Barang siapa yang diharamkan baginya kelembuta, diharamkan baginya kebaikan seluruhya” (HR Muslim)
Demikianlah kelembutan adalah kekuatan tersendiri. Bila ia ada pada Muslimah maka itu adalah tempatnya, namun bila ia dimiliki lelaki maka Rasulullah pastilah teladannya.
Bila niat kita untuk berdakwah lalu kita melegitmasi kata-kata kasar, maka kita harus mengetahui bahwa Rasulullah tiada pernah mencontohkannya. Rasulullah tiada pernah beramal dengannya. Banyak diantara riwayat yang menunjukkan pada kita bahwa Rasulullah menegur kaum kafir dengan lembut, pun menegur kaum Muslim dengan lebih lembut.
Karena yang benar akan dianggap salah bila disampaikan secara kasar, maka jadilah lembut dalam menyampaikan yang benar.
find me @felixsiauw

YAKIN

Assalamualaikum
Segala Puji hanya milik Dzat yang Maha Mulia, yang ditanganNya tergenggam nyawa-nyawa seluruh mahluk semesta alam..yang Maha Kekal sebelum segala sesuatunya ada, dan akan tetap Kekal setelah segala sesuatunya tiada.Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya.Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita.

Shalawat dan Salam kepada Baginda Rasulullah SAW, Kekasih Allah juga para ahlul bait dan para sahabat2 beliau yang kita sebagai ummatnya, saudara seIman mereka di masa sekarang ini belum pernah melihatnya tapi tetap merasakan kehadirannya dan senantiasa merindukan perjumpaan dengannya.

Saudaraku Seiman, Tujuan Allah SWT hantar kita dibumi ini semata-mata hanya untuk beribadah dan membetulkan "Yakin" kita, "Iman" kita kepadaNya. Bahkan ulama kita sampaikan jika haji kita tidak betul maka Insya Allah akan diganti dengan umrah, jika zakat kita tidak betul maka akan diganti dengan sedekah, jika puasa (Wajib) kita tidak betul maka akan diganti dengan puasa-puasa Sunnah, jika sholat (Wajib) kita tidak betul maka akan diganti dengan sholat sunnah tapi kemanakah akan diganti jika "Yakin" atau "Iman" kita kepada Allah Rusak?

Seorang bayi yang baru lahir, merasa tidak punya kekuatan apa-apa, merasa sangat lemah bahkan hanya satu bahasa yang ia ketahui hanya menangis ketika ia berhajat sesuatu, tidak bicara banyak hanya menangis saja menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaannya maka ibunyapun menyelesaikan seluruh masalahnya.

Sang bayi yakin ibunya tahu akan permaslahannya dan juga tahu akan jalan keluar dari permasalahannya.

Seorang anak yang diajak ke pasar oleh ibunyapun tidak segan2 ketika menginginkan benda-benda yang ia sukai, karena yakin akan ibunya yang ikut bersamanya maka sang anakpun tinggal tunjuk benda-benda yang ia sukai maka ibunyapun menyelesaikan semua permasalahnya.

Ulama kita sampaikan andaikan hubungan kita kepada Allah seperti halnya hubungan sang bayi kepada ibunya ini maka tidak akan ada masalah yang tidak selesai. Semua permasalahan akan selesai dengan waktu yang singkat.

Akan tetapi ketika sang bayi ini besar, sudah merasa punya kekuatan, sudah yakin dengan dirinya sendiri, sudah yakin akan asbab pekerjaannya maka lama kelamaan ia pun lupa lagi dengan menangis. lupa akan darimana asal dia sebenarnya.

Beginilah "Iman" kita hari ini, ketika kita punya masalah maka kita "Yakin" permasalahan kita akan selesai dengan kekuatan kita, dengan asbab pekerjaan kita dan segala sesuatu selain Allah, sudah lupa dengan yang namanya menangis minta pertolongan Allah. Maka masalahpun tidak kunjung selesai bahkan mungkin malah semakin parah dari hari kehari.

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan"
An Naml :62

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
beliau bersabda : "Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah."

"Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu."
"Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering."
(HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih.)

Rasulullah SAW memberikan nasehat beliau bahwa tidak akan menimpa sesuatu kepada seorang hamba ataupun mahluk jika hal tersebut tidak dalam genggaman Allah SWT.

Ketika seorang hamba sudah merasa "Yakin" akan dirinya sendiri, "Yakin" akan perdagangannya, "Yakin" akan pertaniannya, "Yakin" akan ilmunya maka Allah tidak akan memberikan NusrahNya (Pertolongan) bahkan Allah akan melaknat dan menghancurkan mereka.

"Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ´Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." At Taubah :70

Permasalahan yang dialami manusia hari ini adalah permasalahan "Iman" yang tidak betul, "Yakin" yang tidak betul kepad Allah, maka kehidupanpun terasa susah dan segala sesuatu yang dijalani akan terasa sempit.

" Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-KU, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan buta ". (QS Thaha : 124).

Saudaraku seiman pada hakekatnya kita ini dalam sebuah perjalanan yang pasti dan pasti akan berakhir, dan akan menuju ke terminal selanjutnya dimana seorang yang berbahagia maka ia akan beruntung selama-lamanya dan orang yang menderita maka ia akan celaka selama-lamanya.

Seorang yang hendak bepergianpun dari satu kota ke kota lainnya maka pasti dan pasti ia akan menyiapkan bekal sebanyak dan secukup mungkin untuk persiapan dalam perjalanan yang akan ia tempuh. Maka suatu kebodohan apabila kita yang cepat atau lambat akan mati ini tidak mempersiapkan bekal sebanyak mungkin untuk suatu perjalanan yang sangat panjang dimana segala sesuatunya akan diminta akan pertanggungjawabannya.

Semoga Allah SWT mengekalkan hidayah dalam diri kita hingga nafas terakhir yang kita hembuskan, semoga Allah menggunakan kita untuk perjuangan AgamaNya dan menjadikan kita asbab tersebarnya hidayah ke seluruh alam.

Akhy Fillah sudah lama sejak pesan terakhir yang ana kirimkan, ana memohon maaf sebesar-besarnya (Afwan Jiddan) karena kesibukan ana jadi pesan yang seperti biasanya ana kirimkan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Buat Ihwa dan Akhwat seiman yg Insya Allah dicintai dan diRidhoi Allah SWT....untuk lebih banyaknya saudara2 qt yg menerima pesan da'wah ini mohon untuk mungundang teman2nya yang lain untuk dapat bergabung di Group "Iman dan Islam" ini..

Ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan dalam artikel ini dikarenakan kebodohan dan kekurangan ilmu saya sendiri.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Gunawan Arief

Bagaimana Khilafah Diruntuhkan?

1. hari ini, 3 maret 2012, 88 tahun sejak khilafah dihapuskan pada 3 maret 1924
2. bukan mengenang, namun mengambil makna agar memahami apa obat bagi kehancuran Khilafah Islam yg pernah menaungi seluruh Muslim
3. meniti sejarah memahami kesalahan masa lalu untuk jadi amaran bagi jalan yang dibangun di masa depan ketika menyambut kembalinya Khilafah
4. betul ucapan Ibnu Khaldun, bahwa peradaban itu seperti pendulum, awalnya tak terorganisir, lalu menjadi rapi, dan kembali lagi rapuh
5. begitu pula Islam, setelah menikmati zaman keemasan (Islamic Golden Age) pada kurun 750-1500, dari sana perlahan mengalami degradasi
6. Khilafah Abbasiyah menimati puncak keemasan sains dan teknologi, sementara Khilafah Utsmaniyah tandai keemasannya dengan wilayah terluas
7. masa Sultan Fatih Mehmed II dan Khalifah Suleyman Qanuni, Islam sudah sangat kuat, sayangnya tak digunakan utk perbaiki pemahaman Islam
8. maka pada masa Khalifah Suleyman, Islam mencapai puncak kejayaan dan luasan, Islam memiliki hegemoni di daratan maupun lautan
9. terlena oleh harapan kemenangan dan kemewahan hidup, pd 1683 pasukan Islam tertahan dan kalah menyakitkan di gerbang Vienna
10. itulah terakhir kalinya kaum Muslim lakukan jihad, tanpa disadari, ini adl satu faktor yg sebabkan lemahnya Islam dan bangkitnya barat
11. tak diragukan lagi, kejadian Vienna 1683 jadi titik tolak mundurnya Islam
12. saat jihad ditinggalkan, barat mulai ekspansi muliter dengan 3G (gold-gospel-glory), lalu menjajah negeri muslim
13. penyebab kedua runtuhnya Khilafah Islam adl karena ditinggalkannya bahasa arab sebagai bahasa Islam, sehingga lemahlah pemahaman Islam
14. sebagaimana jamak diketahui, Khilafah Islam berasal dari sultan2 mamalik, tentara2 ajam yang akhirnya jadi pemimpin kaum Muslim
15. masalah mulai muncul saat kaum mamalik ini tak menjadikan bahasa arab sebagai bahasa ibu kecuali pada sultan2 yg sedikit
16. terjadilah pemisahan “potensi Islam” dan “potensi bahasa arab” yang merupakan pokok dari pengetahuan dan ilmu dalam Islam
17. rendahnya pemahaman Islam akibat ditinggalkannya bahasa arab dapat terlihat ketika Al-Qaffal menutup pintu ijtihad, sehingga ummat resah
18. permasalah mulai muncul ditengah ummat tanpa ada penyelesaian, “apakah TV halal atau haram?”, “bolehkah Al-Qur’an dicetak?” dan semisal
19. lengkap kemunduran berpikir kaum Muslim tatkala diserang oleh filsafat persia dan yunani yang menyusup dalam pikir kaum Muslim
20. filsafat persia sangat nyata pada pemikiran tasawuf pd masa itu, penyucian diri dgn cara menyiksa fisik sebagai ganti ketinggian ruh
21. filsafat yunani pun nyata menyerang pemahaman tentang taqdir, qadha-qadar, hingga melahirkan fitnag khalqul qur’an gaya mu’tazilah
22. saat kondisi pemahaman ummat melemah dan ketakwaan mereka pada Allah mulai memudar, serangan2 barat diintensifkan
23. akhir abad ke-16, para misionaris mulai mengacaukan pemahaman ummat, dumulai di malta, tugas mereka membuat ragu ummat akan ajaran Islam
24. prancis dan inggris, serta amerika urun rembuk pula pada abad 18-19, menabur benih kehancuran dengan menanam paham nasionalisme
25. paham nasionalisme disebarkan hingga kaum Muslim mengelompokkan diri sbg arab, turki atau mesir, daripada menganggap mereka satu Muslim
26. salah satu kota besar tempat dakwah nasionalisme ini adalah di beirut, American University of Beirut misalnya dibentuk pd 1866
27. sebab selanjutnya keruntuhan Khilafah juga terkait dengan serangan fisik, peperangan dan imperialisme serta melalui perjanjian2
28. perjanjian karlowitz 1699, passarowitz 1718, Belgrade 1739, Küçük Kaynarca 1774, semuanya mengerat habis wilayah Khilafah Utsmani
29. russia mengerat wilayah Khilafah di utara sampai berbatasan dengan laut hitam di masa Catherine
30. sementara prancis menjajah mesir pd 1698, aljazair pd 1830, tunisia pd 1881, moroko pd 1912
31. inggris mengambil wilayah india, cina barat, sudan, dan akhirnya merebut mesir dari prancis, kaum Muslim seperti hidangan yg direbutkan
32. ditengah-tengah kekacauan ini, internal Muslim goyah karena seringnya pemberontakan yg dilakukan oleh pasukan inti yeniseri
33. pembubaran pasukan yeniseri oleh Khalifah Mahmud II pd 1826 menambah daftar panjang penyebab lemahnya Islam dan lemahnya pasukannya
34. saat pasukan yeniseri bubar, maka pengaruh barat yang deras masuk memaksa kaum Muslim mengadakan pembaruan militer dan hukum
35. reformasi inilah yg dinamakan ‘tanzimat’ sebuah reformasi yg agaknya lebih cenderung kepada sekuleriasi Khilafah Islam
36. pasca tanzimat ini, Khilafah mulai mengadopsi sistem keuangan, hukum sipil dan hukum pidana Prancis
37. reformasi militer berdasarkan sistem militer prancis dan swedia, sehingga militer kaum Muslim mulai dikuasai secara tak langsung
38. hapuskan jizyah, dirikan pasar saham, non-muslim diizinkan jadi tentara reguler, boleh dirikan universitas2 barat, dan dirikan parlemen
39. selain itu juga dibuat hemayun script, lalu terapkan sistem parlementer, membagi dua mahkamah, dan mengekor hukum positif barat
40. bersamaan dengan itu, benih2 nasionalisme mulai tumbuh di dunia Islam, fatatul turk (pemuda turki), fatatul arab (pemuda arab) buktinya
41. kaum pemuda berlandaskan nasionalisme ini mulai menyerukan disintegrasi Islam berdasar etnis, semisal gerakan ittihad wa taraqiy turki
42. dan gerakan2 ini dapat sambutan dan sokongan hangat dari loji2 freemasin di yunani, dan membiayai mereka, izinkan rapat di loji mereka
43. masya Allah, begitulah kaum Muslim dikerat dengan pisau nasionalisme, ukhuwah dinomordiakan warna kulit dan bentuk wajah
44. tokoh2 antek barat laksana jamaluddin al-afghani pun diorbitkan untuk menolak Khilafah dan munculkan pan-arabisme (persatuan etnis arab)
45. khusus jamaludiin ini, Khalifah Abdul Hamid II dlm catatan hariannya menyebutnya “pelawak” dan orang yang sangat berbahaya
46. dan pukulan pamungkas dari barat datang ketika PD1 1914-1917, kaum Muslim terjebak perang melawan sekutu dan kalah total
47. maka lewat perjanjian sykes-picot (inggris-prancis) wilayah Islam secara formal dikerat penjajah, dipecah belah
48. antek inggris lawrence of arabia menginisiasi pemberontakan negeri2 arab di syam pada 1916-1918, muncullah negeri2 baru
49. termasuk ibnu saud yg didukung melakukan pemberontakan, serta raja faisal yg memimpin “revolusi arab” juga disupport inggris
50. maka inggris menggariskan wilayah2 kaum Muslim, dan mengerat mereka menjadi satuan2 yg lemah
51. lewat inggris pula mustafa kemal berhasil mengganti Khilafah Utsmani menjadi Republik Turki, dan Khilafah resmi dihapus pd 3 Maret 1924
demikian pembahasan runtuhnya khilafah, insya Allah besk kita lanjutkan ke “apa yang harus kita lakukan sekarang?” :)
diambil dari twitter @felixsiauw,

Hak Istri atas Suaminya (Kewajiban Suami terhadap Istrinya)

Dari Anas bin Malik ra berkata :

“Rasulullah saw ditanya : “Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya ?” Beliau bersabda : “Mereka yang paling baik akhlaknya kepada keluarganya.”
Dari Umar ra dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda :
“Masing-masing dari kamu semua adalah pemimpin, dan masing-masing dari kamu semua akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam (penguasa) yang diikuti oleh orang banyak adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas penghuni rumahnya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya terhadap mereka. Seorang hamba adalah pemimpin dalam harta tuannya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ingatlah, masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah saw, bahwasanya beliau bersabda :

“Barangsiapa yang mengawini seorang perempuan dengan maskawin yang telah ditentukan, sedangkan ia berniat untuk tidak memenuhinya, maka ia berbuat zina, dan barangsiapa yang mempunyai hutang sedangkan ia berniat untuk tidak mengembalikannya, maka ia adalah pencuri.”

Dari Al Hasan Bashri dari Nabi saw :

“Berpesan-pesanlah yang baik dengan para istri, karena sesungguhnya mereka tidak memiliki sesuatu apapun atas diri mereka sendiri di sisimu, dan sesungguhnya kamu mengambil mereka dengan amanah Allah dan kamu menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimah Allah Swt.”

Hak istri yang harus dilakukan oleh suaminya itu ada lima , yaitu :
1. Suami harus mengerjakannya di balik tabir (di dalam rumah) dan tidak membiarkan istrinya keluar karena istri itu merupakan aurat, dan keluarnya di hadapan orang banyak menyebabkan dosa dan merusak kesopanan.
2. Suami harus mengajarinya ilmu pengetahuan yang wajib diketahui istrinya seperti cara berwudhu, shalat dan puasa.
3. Harus memberinya makanan yang halal karena daging yang tumbuh dari makanan yang haram itu akan cair dengan api neraka.
4. Tidak boleh menganiayanya karena istri merupakan amanah baginya.
5. Apabila timbul perasaan yang tidak baik, hendaklah sabar dan anggaplah sebagai peringatan baginya, jangan sampai terjadi yang lebih bahaya daripada apa yang telah terjadi.
Diceritakan bahwa ada seseorang datang kepada Umar bin Al Khaththab ra untuk mengadukan keadaan istrinya. Ketika ia sampai di pintu rumah Umar, ia mendengar Ummu Kaltsum istri Umar sedang ribut dengan Umar. Orang itu lalu berkata : “Saya ingin mengadukan tentang kelancangan istriku terhadap aku, akan tetapi aku melihat Umar juga mengalami hal yang sama.” Kemudian ia kembali, akan tetapi Umar ra memanggilnya dan menanyakan apa maksud kedatangannya. Orang itu berkata : “Sebenarnya saya ingin mengadukan kepadamu tentang keadaan istriku, akan tetapi karena saya mendengar hal serupa dalam rumah tanggamu, maka saya kembali.”

Umar ra berkata : “Kita harus memaafkannya karena ia mempunyai beberapa hak yang harus kita laksanakan terhadapnya. Pertama, ia merupakan penghalang bagiku dari api neraka, di mana hatiku merasa tenteram dan jauh dari hal yang haram. Kedua, ia menjadi penjaga rumah ketika aku pergi dan ia pula yang menjaga hartaku. Ketiga, ia menjadi tukang cuci pakaianku. Keempat, ia menjadi ibu bagi anak-anakku. Kelima, ia menjadi tukang masak makananku.” Orang itu lalu berkata : “Istriku juga begitu, maka apa yang engkau maafkan atasnya, saya juga memaafkannya.”

Anas bin Malik ra meriwayatkan dari Nabi saw, bahwasanya beliau bersabda :

“Ada empat jenis nafkah (belanja) yang nanti pada hari kiamat seseorang tidak akan dihisab dengannya, yaitu : nafkah untuk kedua orang tuanya, nafkah untuk buka puasanya, nafkah untuk makan sahurnya dan nafkah untuk keluarganya.”

“Dinar itu ada empat macam, yaitu : dinar yang kamu nafkahkan pada jalan Allah Swt, dinar yang kamu berikan kepada orang-orang miskin, dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, dan dinar yang dinafkahkan untuk keluargamu. Yang paling banyak pahalanya adalah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu.”