Minggu, 15 September 2013

Hak Istri atas Suaminya (Kewajiban Suami terhadap Istrinya)

Dari Anas bin Malik ra berkata :

“Rasulullah saw ditanya : “Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya ?” Beliau bersabda : “Mereka yang paling baik akhlaknya kepada keluarganya.”
Dari Umar ra dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda :
“Masing-masing dari kamu semua adalah pemimpin, dan masing-masing dari kamu semua akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam (penguasa) yang diikuti oleh orang banyak adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas penghuni rumahnya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya terhadap mereka. Seorang hamba adalah pemimpin dalam harta tuannya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ingatlah, masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah saw, bahwasanya beliau bersabda :

“Barangsiapa yang mengawini seorang perempuan dengan maskawin yang telah ditentukan, sedangkan ia berniat untuk tidak memenuhinya, maka ia berbuat zina, dan barangsiapa yang mempunyai hutang sedangkan ia berniat untuk tidak mengembalikannya, maka ia adalah pencuri.”

Dari Al Hasan Bashri dari Nabi saw :

“Berpesan-pesanlah yang baik dengan para istri, karena sesungguhnya mereka tidak memiliki sesuatu apapun atas diri mereka sendiri di sisimu, dan sesungguhnya kamu mengambil mereka dengan amanah Allah dan kamu menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimah Allah Swt.”

Hak istri yang harus dilakukan oleh suaminya itu ada lima , yaitu :
1. Suami harus mengerjakannya di balik tabir (di dalam rumah) dan tidak membiarkan istrinya keluar karena istri itu merupakan aurat, dan keluarnya di hadapan orang banyak menyebabkan dosa dan merusak kesopanan.
2. Suami harus mengajarinya ilmu pengetahuan yang wajib diketahui istrinya seperti cara berwudhu, shalat dan puasa.
3. Harus memberinya makanan yang halal karena daging yang tumbuh dari makanan yang haram itu akan cair dengan api neraka.
4. Tidak boleh menganiayanya karena istri merupakan amanah baginya.
5. Apabila timbul perasaan yang tidak baik, hendaklah sabar dan anggaplah sebagai peringatan baginya, jangan sampai terjadi yang lebih bahaya daripada apa yang telah terjadi.
Diceritakan bahwa ada seseorang datang kepada Umar bin Al Khaththab ra untuk mengadukan keadaan istrinya. Ketika ia sampai di pintu rumah Umar, ia mendengar Ummu Kaltsum istri Umar sedang ribut dengan Umar. Orang itu lalu berkata : “Saya ingin mengadukan tentang kelancangan istriku terhadap aku, akan tetapi aku melihat Umar juga mengalami hal yang sama.” Kemudian ia kembali, akan tetapi Umar ra memanggilnya dan menanyakan apa maksud kedatangannya. Orang itu berkata : “Sebenarnya saya ingin mengadukan kepadamu tentang keadaan istriku, akan tetapi karena saya mendengar hal serupa dalam rumah tanggamu, maka saya kembali.”

Umar ra berkata : “Kita harus memaafkannya karena ia mempunyai beberapa hak yang harus kita laksanakan terhadapnya. Pertama, ia merupakan penghalang bagiku dari api neraka, di mana hatiku merasa tenteram dan jauh dari hal yang haram. Kedua, ia menjadi penjaga rumah ketika aku pergi dan ia pula yang menjaga hartaku. Ketiga, ia menjadi tukang cuci pakaianku. Keempat, ia menjadi ibu bagi anak-anakku. Kelima, ia menjadi tukang masak makananku.” Orang itu lalu berkata : “Istriku juga begitu, maka apa yang engkau maafkan atasnya, saya juga memaafkannya.”

Anas bin Malik ra meriwayatkan dari Nabi saw, bahwasanya beliau bersabda :

“Ada empat jenis nafkah (belanja) yang nanti pada hari kiamat seseorang tidak akan dihisab dengannya, yaitu : nafkah untuk kedua orang tuanya, nafkah untuk buka puasanya, nafkah untuk makan sahurnya dan nafkah untuk keluarganya.”

“Dinar itu ada empat macam, yaitu : dinar yang kamu nafkahkan pada jalan Allah Swt, dinar yang kamu berikan kepada orang-orang miskin, dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, dan dinar yang dinafkahkan untuk keluargamu. Yang paling banyak pahalanya adalah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu.”

Hak Suami atas Istrinya 1 (Kewajiban Istri terhadap Suaminya)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah :

“Ada seorang Badui datang kepada Nabi saw lalu berkata : “Sesungguhnya aku telah masuk Islam, maka tunjukkanlah kepadaku sesuatu yang dapat menambah keyakinan.” Beliau bertanya : “Apa yang kamu inginkan ?” Ia berkata : “Panggilah pohon itu datang kepadamu.” Beliau bersabda : “Pergilah kamu dan panggillah pohon itu.” Ia langsung pergi dan berkata kepada pohon itu : “Penuhilah panggilan Rasulullah itu.” Pohon itu lalu miring ke satu sisi lantas akar-akarnya terangkat, kemudian miring ke sisi yang lain, lalu maju dan mundur sehingga akar-akarnya terangkat, kemudian berjalan dengan membawa akar-akar dan dahan-dahannya hingga sampai kepada Nabi saw dan mengucapkan salam kepada beliau.

Orang Badui itu berkata : “Cukup-cukup”. Lalu beliau memerintahkan kepada pohon itu untuk kembali dan pohon itu kembali ke tempatnya, lalu akar-akarnya menancap lagi ke tempat semula lantas pohon itu tegak kembali. Orang Badui itu berkata : “Wahai Rasulullah, izinkanlah saya untuk mencium kepala dan kedua kakimu.” Maka beliaupun mengizinkan kepadanya untuk mencium kepala dan kedua kaki beliau. Ia berkata lagi : “Bolehkah saya sujud kepadamu ?” Beliau bersabda : “Janganlah kamu bersujud kepadaku dan seseorang itu tidak boleh bersujud kepada salah seorang makhluk. Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud, niscaya aku perintahkan kepada istri untuk sujud kepada suaminya sebagai penghormatan bagi hak suami.”

Atha meriwayatkan dari Ibnu Umar ra di mana ia berkata :

“Ada seorang perempuan datang kepada Nabi saw dan berkata : “Wahai Rasulullah, apakah hak suami atas istrinya (kewajiban istri atas suaminya) ?” Ia tidak boleh berpuasa satu hari saja, kecuali atas izin suaminya kecuali puasa Ramadhan”, lalu pada riwayat lain disebutkan, ketika Rasulullah berkhutbah di Mina adalah :

“Wahai manusia, sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri-istrimu, dan istri-istrimu juga mempunyai hak atas kamu. Di antara hakmu (yang harus dilakukan) atas mereka adalah bahwa mereka harus memelihara tempat tidurmu dan tidak mengizinkan seseorang yang tidak kamu sukai masuk ke dalam rumahmu, dan mereka tidak boleh melakukan kekejian yang nyata. Apabila mereka melakukan yang demikian itu, maka Allah memperbolehkan kamu untuk memukul mereka dengan suatu pukulan yang tidak melukai. Dan di antara hak mereka (yang harus dilakukan) atas kamu adalah memberikan pakaian dan nafkah yang layak.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda :

“Sesungguhnya istri itu apabila ia mengerjakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, memelihara kemaluannya dan patuh kepada suaminya, maka ia boleh masuk dari pintu-pintu surga yang ia kehendaki.”
“Seandainya dari satu lubang hidung suami mengalir darah dan dari lubang hidung yang lain mengalir nanah, lalu istrinya mencucupnya, niscaya ia belum memenuhi hak yang harus dilakukan kepada suaminya.”

ADAB BERHIAS



1. Kebersiahan adalah sebagian dari iman

2. 10 perkara dari sunnah kebersihan : Memotong kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, gurah (menghirup air kehidung lalu mengeluarkannya), membersihkan celah-celah jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, beristinja` dengan air dan berkumur. (H.R. Bukhari)

3. Dianjurkan agar menjaga keindahan dan kerapian rambut

4. Tidak dibolehkan menyisir rambut terlalu sering

5. Wanita dilarang mencukur rambutnya seperti laki-laki

6. Tidak diperbolehkan mencukur sebagian rambut saja (dipuncung atau dijambul) dan membiarkan sebagian rambut lainyya walaupun kepada anak-anak (H.R Bukhari, Tirmizi dan Nasa`I).

7. Rambut yang paling panjang bagi laki-aki adalah sebatas pundak (H.R Muslim)

8. Disunnahkan menyisir rambut dengan tangan kanan (H.R Muslim)

9. Tidak diperbolehkan sama sekali mencabut uban, walaupun hanya satu helai. Baik dari rambut ataupun janggut (H.R Muslim, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu majah ).

10. Diperbolehkan menyemir rambut atau janggut dengan warna selain dari warna hitam

11. Orang yang menyemir rambut dengan warna hitam tidak akan mencium bau surga.

12. Disunnahkan bagi laki-laki agar mencukur kumis dan memanjangkan janggut.(H.R Bukhari, Muslim, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah)

13. Batsan diperbolehkannya memotong janggut adalah sebatas genggaman tangan.

14. Wanita dibolehkan mewarnai kukunya dengan henna / inai

15. Diharamkan mencukur alis, membuat tahi lalat palsu, membuat tato, dan mengikir gigi.

16. Tidak boleh memanjangkan kuku, karena akan menjadi tempat bersarangnya syetan.

17. Wanita diharamkan berhias keluar rumah dan menarik hati laki-laki yang bukan mahramnya.

Sumber : http://takaza.blogspot.com

Sabtu, 17 Agustus 2013

Takut Kepada Allah


Allah Ta'ala berfirman: "Dan kepadaKu, maka takutlah engkau semua!" (al-Baqarah: 40)

Umumnya kata Takut kepada Allah ini berkaitan dengan kata Taqwa yang artinya menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya. Tapi bisa juga berarti takut dalam artian yang sebenarnya. Meski rasa takut ini juga harus diiringi dengan rasa cinta kepada Allah. Kita harus mencintai Allah melebihi yang lain termasuk diri kita sendiri.

Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. (HR. Al-Baihaqi)

Kadang kita lebih takut kepada makhluk Allah ketimbang takut kepada Allah. Wah kelompok ini berbahaya bisa membunuh kita, kata sebagian mereka. Akhirnya timbul fitnah dan ada yang jadi zalim membunuh orang yg mereka "takuti". Ada pula yang benar2 takut kepada makhluk sehingga tidak berani melakukan apa2.
Padahal harusnya kita hanya takut kepada Allah.


Jika kita takut kepada singa misalnya, kita harus lebih takut lagi kepada Allah. Karena Allah yang menghidupkan dan mematikan semua singa tersebut. Allah yang mematikan semua makhluknya termasuk semua makhluk yang kita takuti. Jadi hendaknya yang paling kita takuti itu hanya Allah. Jika kita hanya takut kepada Allah, maka yang lain pun segan kepada kita.
Setakut-takutnya kita kepada orang yang zhalim, kita harus lebih takut kepada Allah:

Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)

Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain, dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. (HR. Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali keteteknya -menunjukkan suatu kemustahilan-. Tidak akan berkumpullah debu fisabilillah itu dengan asap neraka Jahanam." [HR Tirmidzi]

Dari Abu Umamah, yaitu Shuday bin 'Ajlan al-Bahili r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Tiada sesuatupun yang lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada dua tetesan dan dua bekas. Dua tetesan itu ialah tetesan airmata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang dialirkan fisabilillah. Adapun dua bekas yaitu bekas luka fisabilillah dan bekas dalam mengerjakan kefardhuan dari beberapa kefardhuan Allah Ta'ala -semacam bekas sujud dan lain-lain-." [HR Tirmidzi]

Allah Ta'ala berfirman pula: "Sesungguhnya tindakan siksaan Tuhannya itu adalah sangat dahsyatnya." (al-Buruj: 12)

Allah Ta'ala juga berfirman: "Dan orang yang takut di waktu berdiri di hadapan Tuhannya, ia akan memperoleh dua buah taman syurga." (ar-Rahman: 46)

Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya'la)


Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi)

Demi Allah, aku ini orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya. Tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita- wanita. Barangsiapa mengabaikan sunnahku maka dia bukan dari golonganku. (Mutafaq'alaih)

Selasa, 09 Juli 2013

HADITS UNTUK PEGANGAN SEHARI-HARI

1. Abu Hurairah r.a. : Sabda Rasul: Dalam sholat, setan selalu mengingat-ingatkan hal-hal lain, sehingga seseorang lupa sedang pada rakaat berapa ia sholat (HR Bukhori-Muslim)

2. Sabda Rosul : Puasalah 3 hari dalam sebulan, dua rakaat Dluha, sholat witir sebelum tidur (HR Bukhori-Muslim)

3. Ali r.a. : Sabda Rasul : Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu (HR Bukhori-Muslim)

4. Abu Katadah r.a. : Sabda Rosul : Puasa hari Arofah melebur dosa satu tahun sebelumnya dan dosa satu tahun sesudahnya (HR Muslim)

5. Hakim r.a. : Sabda Rosul : harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut (HR Muslim)

6. Abu Hurairah r.a. : Nabi saw : Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya (HR Muslim)

7. Abu Hurairah r.a. : Sabda Rosul : Setiap Nabi punya do’a khusus yang dikabulkan Allah, dan itu aku simpan sebagai syafa’at umatku di hari kiamat (HR Bukhori)

8. Abdullah r.a. : Nabi bersabda : Tidak termasuk golongan kami orang yang mengoyak-ngoyak baju dan berteriak-teriak karena meratapi sebuah kematian (HR Bukhori)

9. Abu Hurairah r.a. : Sabda Rosul : Orang yang bersuci di rumahnya lalu pergi ke mesjid, langkah yang satu menghapus dosa, langkah yang lain mengangkat derajatnya (HR Muslim)

10. Rosululloh bersabda : Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)

11. Sahal r.a. : Rosul bersabda : Orang yang berbahagia dalam menjalankan ibadah puasa adalah orang-orang yang menyegerakan dalam berbuka (HR Muslim)

12. Aisyah r.a.: Rosululloh mengawiniku pada bulan Syawal, dan serumah denganku pada bulan Syawal, akulah yang paling dicintai dari istri yang lain (HR Muslim)


13. Abu Hurairoh r.a. : Rosululloh saw bersabda : Seandainya orang mukmin mengetahui azab Allah, niscaya dia tidak merasa tenang bila tidak masuk surga (HR Bukhori)

14. Umar r.a. : Rosul bersabda : Bila engkau diundang saudaramu untuk menghadiri suatu jamuan, datanglah, baik undangan perkawinan atau lainnya (HR Muslim)

15. Yahya r.a. : Rosul bersabda : Siapa pun yang aku angkat menjabat berlandaskan Kitabulloh, hendaklah kamu semua patuh dan selalu setia kepadanya (HR Muslim)

16. Abu Hurairoh : Sabda Rosul : Orang yang umurnya mencapai 60 tahun ke atas, ssesungguhnya dia diberi hidup di atas rata-rata, maka pergunakan hidupmu sebaik-baiknya (HR Bukhori)

17. Abu Malih r.a. : Sabda Rosul : Seorang pemimpin kaum muslimin yang tidak bersungguh-sungguh berjuang bagi kemakmuran kaumnya tersebut, tidak masuk surga (HR Muslim)

18. Anas r.a. : Sabda Rosul : Janganlah engkau membayar zakat dengan seekor hewan yang sudah tua atau dengan hewan yang cacat (HR Bukhori)

19. Umar r.a. : Rosululloh bersabda : Seorang penguasa yang berkuasa tehadap rakyatnya akan diminta pertanggungjawabannya terhadap kepemimpinannya itu (HR Muslim)

20. Abdullah r.a. : Rosul bersabda : Sesungguhnya orang yang berlaku adil terhadap sesuatu akan berada di panggung bercahaya di sebelah kanan Allah (HR Muslim)

21. Rosul bersabda : Kamu adalah pemimpin yang akan ditanya terhadap kepemimpinanmu itu (HR Muslim)

22. Abu Dzar r.a. : Rosul bersabda : Janganlah engkau memberi tugas hamba sahayamu melebihi kemampuannya, dan bantulah dia dalam tugasnya (HR Muslim)

23. Aisyah r.a. : Rosul berdoa : Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan, lalu dia mempersulit urusan umatku, maka persulitlah mereka (HR Muslim)

24. Abu Hurairah r.a. : Rosululloh bersabda : Mengulur-ulur waktu pembayaran hutang bagi yang telah mampu membayarnya adalah suatu kezaliman (HR Muslim)25. Bersalah bagi orang yang memungut/menemukan barang terjatuh tapi tidak diumumkan (HR Muslim)

26. Anas bin Malik r.a. : Nabi saw bersabda : Sesungguhnya berjihad untuk agama Allah di waktu pagi atau petang lebih baik dari dunia dan isinya (HR Bukhori)

27. Zaid r.a. : Nabi saw bersabda : Maukah aku beritahu padamu mengenai saksi-saksi yang teladan, yaitu orang yang memberikan kesaksian sebelum diminta (HR Muslim)

28. Umar r.a. : Rosul bersabda: Bila engkau melakukan jual beli, maka katakanlah bahwa tidak boleh ada unsur tipu menipu dalam jual beli (HR Bukhori)

29. Abdullah ibnu Mas’ud r.a. : Sabda Rosul : Orang mukmin bukanlah pengumpat, bukan pelaknat, bukan pencaci maki, dan (bukan) buruk kata.

30. Abu Hurairoh r.a. : Sabda Rosul : Nazar itu tak dapat mengubah takdir, hanya melalui nazar dapat diambil pembayaran dari orang-orang bakhil tersebut (HR Muslim)

31. Abu Malih ra: Sabda Rosul: Seorang pemimpin kaum muslimin yang tidak bersungguh-sungguh berjuang bagi kemakmuran kaumnya tersebut, tidak masuk surga (HR Muslim)

32. Abu Dzar ra:Rosul bersabda: Janganlah engkau memberi tugas hamba sahayamu melebihi kemampuannya, dan bantulah dia dalam tugasnya (HR Muslim)

33. Rosul: Kamu adalah pemimpin yang akan ditanya terhadap kepemimpinanmu itu (HR Muslim)

34. Hudzaifah ra berkata kepada orang yang tidak sempurna ruku/sujudnya: Kau tidak dihitung sholat dan bila wafat engkau bukan dalam agama Nabi saw (HR Bukhori)

35. Abu Masud ra: Nabi saw: Bila seorang laki-laki memberi nafkah keluarganya dengan ikhlas, maka pahala nafkahnya sama dengan pahala sedekah (HR Bukhori)

36. Anas ra:Sabda Rosulullah saw: Janganlah engkau membayar zakat dengan seekor hewan yang sudah tua, atau dengan hewan yg cacat (HR Bukhori)


37. Umar ra: Rasulullah saw: Seorang penguasa yang berkuasa terhadap rakyatnya akan diminta pertanggungjawabannya terhadap kepemimpinannya itu (HR Muslim)


38. Abdullah ra:Rosul bersabda: Sesungguhnya orang yang berlaku adil terhadap sesuatu akan berada di panggung bercahaya di sebelah kanan Allah (HR Muslim)

39. Abi Syuraih ra: Rosul saw: Tidaklah beriman! Orang yang kejahatannya tidak pernah memberi rasa aman kepada para tetangganya (HR Bukhori)

40. Aisyah ra: Rasulullah saw tidak meninggalkan harta warisan sedikit pun, dan beliau tidak juga berwasiat sesuatu apapun (HR Muslim)

41. Bukanlah termasuk akhlak orang beriman sikap berpura-pura. Orang beriman tidak dengki kecuali dalam mencari ilmu (HR Baihaqi).

42. Abu Said ra: Nabi saw: Setiap orang yang melakukan 1 hari puasa karena Allah, maka akan dijauhkan dari neraka sejauh 70.000 musim (HR Muslim)

43. Abu Hurairah ra : Rasulullah saw: Seandainya kamu tahu apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR Bukhori)

44. Abu Qatadah ra: Rasulullah saw: (Puasa hari Senin) Hari Senin adalah hari kelahiranku, dan hari Senin Quran diturunkan padaku (HR Muslim)

45. Orang-orang yang paling baik diantara kamu ialah yang lebih baik budi pekertinya. (HR Bukhori/Muslim)

46. Kaya itu bukanlah banyak harta benda, kaya itu ialah kaya hati (HR Bukhori/Muslim)

47. Ada 5 malam yang pada malam itu doa tidak ditolak: malam pertama bulan Rajab, malam seperdua Sya'ban, malam Jumat, malam Hari Raya Idul Fitri, & malam Hari Raya Kurban (HR Ibnu Asakir)

48. Maqil ra: Sabda Rosul: Orang yang ditugaskan Allah memerintah rakyatnya, tapi tidak jujur, niscaya dia tiada mendapatkan bau surga (HR Bukhori)


49. Abu Mas’ud ra: Sabda Rosul: Siapa diantaramu jadi imam sholat, sederhanakanlah, karena ada orang tua, orang yang lemah, atau punya keperluan (HR Bukhori)

50. Jabir ra: Rasulullah saw: Janganlah kamu makan dengan tangan kiri, karena hanya setan yang makan dengan tangan kiri (HR Muslim)

51. Bila istri Rosul sakit, beliau tiupkan padanya Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas (HR Muslim)

52. Abu Musa ra: Sabda Rosulullah saw: Siapa yang berjuang untuk meninggikan kalimat (agama) Allah, itulah yg berperang dijalan Allah (HR Bukhori)

53. Barang siapa suka bertemu Allah, maka Allah suka bertemu dengannya (HR Muslim)

54. Rosul bersabda: Bila orang yang lewat di depan orang sholat tahu dosa/siksa yang akan diterima, maka dia akan pilih berdiri 40 hari/tahun menunggunya (HR Muslim)

55. Abu Hurairah r.a.: Nabi bersabda: Siapa yang meninggalkan harta, berikanlah pada warisnya dan siapa yang meninggalkan hutang, berikanlah pada kami (HR Bukhori)

56. Abu Hurairah r.a. : Nabi saw : Tanda-tanda orang munafik ada tiga : Kalau bicara ia berdusta, kalau berjanji tidak ditepati, dan kalau dipercaya, ia berkhianat (HR Bukhori)

57. Tsauban r.a. : Sabda Rasul : senantiasa ada golongan umatku berjuang menangkan yang haq, ia tak akan celaka dari yang memusuhinya sampai dengan hari kiamat (HR Muslim)

58. Janganlah kamu membenci bapakmu. Barangsiapa membenci bapaknya, maka ia termasuk kafir (HR Bukhori)

59. Jabir r.a. : Sabda Rosul : Setelah makan, jangan bersihkan tangan dengan lap sebelum kau jilat jari-jarimu, karena kita tidak tahu makanan mana yang membawa berkah (HR Muslim)

60. Abu Hurairoh r.a. : Rosululloh Saw bersabda : Allah tidak menerima sholat yang dilakukan tanpa bersuci, dan sedekah dari hasil korupsi (HR Muslim)


61. Abu Hurairoh r.a. : Rosul bersabda: Aku tunjukkan padamu sesuatu yang bila kau kerjakan, kau akan saling cinta, yaitu sebarkan salam diantaramu (HR Muslim)

62. Abu Hurairah ra: Rosul bersabda: Apabila kamu hendak sholat, sempurnakanlah wudhu, lalu menghadap kiblat, lalu bertakbirlah (HR Muslim)

63. Abu Hurairah ra: Nabi Saw: Bila kalian bangun dari tidur, bersihkanlah hidung dengan air 3 kali, karena setan bermalam di lubang hidungmu (HR Muslim)

64. Abu Hurairah ra: Sabda Rosul: Janganlah seseorang diantaramu puasa pada hari Jumat, kecuali dia berpuasa juga sebelum atau sesudahnya (HR Muslim)

65. Abdullah bin Amru r.a: Rasulullah bersabda: Sifat terbaik dalam Islam adalah memberi makanan atau salam pada orang yang dikenali atau tidak (HR Bukhori/Muslim)

66. Jabir Bin Abdillah: Nabi SAW bersabda: Barangsiapa meninggal, sedang dia tidak menyekutukan Allah barang sedikitpun, dia masuk surga (HR Muslim)

67. Jabir ra: Rosul: Bersuci dengan batu/sejenisnya ,lempar Jumrah, Sai Shafa dan Marwah, Thawaf, semua dilakukan dengan bilangan ganjil (HR Muslim)

68. Abu Masud Al-Badri ra : Sabda Rosul: 2 ayat terakhir surah AlBaqarah, cukup bagi yang membacanya di malam hari sebagai pelindung dirinya (HR Bukhori/Muslim)

69. Anas bin Malik ra: Allah menurunkan wahyu pd Rosul bertubi-tubi sebelum beliau wafat sampai dengan wafatnya, dan terbanyak pada hari Rosul wafat (HR Muslim)

70. AlBara bin Azib r.a:Rasulullah saw: Bila kau ingin pergi tidur, berwudulah dulu seperti engkau berwudu bila akan melakukan sholat (HR Bukhori/Muslim)

71. Malik ra : Rosul bersabda: Ajarlah dan perintahkan keluargamu sholat bila tiba waktunya, kumandangkan azan, yang tertua menjadi imam (HR Bukhori/Muslim)

72. Mimpi yang paling benar adalah mimpi orang yang paling jujur berbicara (HR Bukhori/Muslim)



73. Ibnu Umar ra: Sabda Rosul: Siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, Allah akan melapangkan satu kesusahannya pada Hari Kiamat nanti (HR Bukhori/Muslim)

74. Abu Hurairah r.a: Rasulullah bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka hendaklah dia memuliakan para tamunya (HR Bukhori/Muslim)

75. Janganlah kamu benci membenci, jadilah hamba Allah yang bersaudara (HR Bukhori/Muslim)

76. Abu Musa ra: Sabda Rosul: Perumpamaan orang mukmin yang membaca al-Quran adalah seperti buah utrujah (jeruk), baunya harum dan rasanya manis (HR Bukhori/Muslim)

77. Abu Hurairah ra: Sabda Rosul: Di jalan-jalan masuk ke Madinah ada malaikat ,oleh karenanya tidak dapat dimasuki penyakit menular ataupun Dajjal (HR Bukhori)

78. Siapa belum sanggup menikah, puasalah karena dapat menghilangkan nafsu birahi (HR Bukhori)

79. Abu Hurairah r.a: Sabda Rosul: Tanda kenabianku adalah wahyu yang Allah turunkan, aku harap pengikutku di hari kiamat adalah yang terbesar (HR Bukhori/Muslim)

80. Ali r.a: Rosul bersabda: Janganlah mendustakan aku karena sesungguhnya orang yang mendustakan aku akan dimasukkan ke dalam api Neraka (HR Bukhori/Muslim)

81. Abu Hurairah ra: Beribadatlah kepada Allah seolah-olah kau melihatNya, bila tidak maka ketahuilah bahwa Dia sentiasa memperhatikanmu (HR Bukhori/Muslim)

82. Abdullah bin Umar ra: Rosul bersabda: Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendiri sendiri dua puluh tujuh derajat (HR Bukhori)

83. Al Barra ra: Biasanya Rosulullah saw sujudnya, rukunya ataupun duduk antara 2 sujud hampir sama saja lamanya masing-masing (HR Bukhori)


84. Abdullah bin Syaqiq ra: Aisyah ra: Tidak pernah Rosul tidak puasa satu haripun di bulan Ramadhan, dan setiap bulan lain pasti puasa sampai dengan wafat (HR Muslim)

85. Jabir ra: Nabi saw: Madinah bagai dapur tukang besi, membuang segala karat besi, tinggallah besi yang baik-baik saja (HR Bukhori)

86. Aisyah ra : Nabi saw : Sesungguhnya seorang yang telah terkena beban hutang, bila berbicara dia akan dusta dan bila janji akan diingkari (HR Bukhori/Muslim)

87. Abu Hurairah ra: Sabda Rosul: Bila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu langit, pintu neraka dikunci dan semua setan dibelenggu (HR Bukhori)

88. Abu Hurairah ra: Nabi bersabda: Dilarang melakukan 2 macam puasa, yaitu puasa pada hari Raya dan puasa pada hari Raya Qurban (HR Bukhori)

89. Ibnu Abbas ra: Rosul saw: Sesungguhnya zikir dengan cara mengeraskan suara dilakukan oleh Rosul ketika selesai sholat Fardhu (HR Bukhori)

90. Umar bin al-Khattab r.a: Rosul bersabda: Sesungguhnya AlQuran diturunkan dengan 7 kaidah bacaan maka engkau bacalah yang mudah bagimu (HR Bukhori/Muslim)

91. Saad bin Waqqas ra: Sabda Rosul: Sesungguhnya jika kau tinggalkan ahli warismu kaya lebih baik daripada mereka dalam keadaan miskin (HR Bukhori/Muslim)

92. Abu Hurairah ra: Segerakanlah menguburkan mayat, jika ia baik berarti kamu telah menyampaikannya kepada kebaikannya (HR Bukhori)

93. Musa ra: Sabda Rosul: Orang yang paling besar pahala sholat berjamaah (dimesjid) adalah orang yang tinggalnya paling jauh dari mesjid (HR Bukhori)

94. Abu Hurairah ra: Sabda Rosul : Siapa yg mendapatkan 1 rakaat sholat Ashar sebelum matahari terbenam berarti dia telah mendapatkan Ashar (HR Bukhori)


95. Fitnah dalam keluarga ditutup/dihapuskan oleh sholat, puasa dan sedekah (HR. Bukhori)

96. Abu Hurairoh ra. : Sabda Rosul: Sesungguhnya agama Islam itu ringan. Barangsiapa memperberatnya, maka ia akan menjadi berat baginya (HR. Bukhori)

97. Umatku dipanggil Putih Bersinar (Ghurron Muhajjalin) karena bekas wudlu (HR. Bukhori)

98. Aisyah dan Ummu Salamah: Nabi saw bangkit dari tidurnya dalam keadaan berjunub, tetapi kemudian beliau meneruskan puasanya (HR. Bukhori/Muslim)

99. Aisyah ra. : Rosul pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan cara menangguhkan pembayarannya dan menggadaikan baju besinya (HR. Bukhori/Muslim)

100. Anas bin Malik ra. : Bentuk tubuh Rosul tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, beliau tidak terlalu putih atau pun hitam (HR. Bukhori/Muslim)

101. Akan memperoleh manisnya iman, seseorang yang Allah selamatkan dari kekafiran (HR. Bukhori/Muslim)

102. Anas ra. : Rasululloh saw bersabda: Kamu boleh menggunakan nama dengan namaku, tapi jangan menggunakan gelaran dengan gelaranku (HR. Bukhori/Muslim)

103. Abu Hurairoh ra. : Rosul bersabda: Para malaikat senantiasa mendo'akanmu selama engkau masih tetap di tempat sholatmu dan belum berhadas (HR. Bukhori)

104. Abu Qatadah ra. : Sabda Rosul: Bila kau tertinggal sholat berjamaah janganlah berlari-lari mengejarnya, tenanglah dan sempurnakanlah yang tertinggal (HR. Bukhori)

105. Anas bin Malik ra. : Rosul bersabda: Diantara tanda-tanda hampir kiamat: Terhapusnya ilmu Islam, ramainya peminum arak, dan perzinaan yang dilakukan terang-terangan (HR. Bukhori/Muslim)


106. Abu Hurairoh ra. : Rosul bersabda: Firman Allah: Siapa yang berdo'a padaKu (sepertiga malam yang akhir), maka Aku akan kabulkan permintaannya (HR. Bukhori/Muslim)

107. Abu Hurairoh ra. : Rosul bersabda: Berlaku adil diantara 2 orang adalah shodaqoh, membantu orang untuk naik ke hewan tunggangannya adalah shodaqoh (HR. Bukhori/Muslim)

108. Utsman bin Affan ra. : Rosul bersabda: Siapa yang membangun mesjid di dunia, niscaya Allah akan membangunkan sepertinya di akhirat (HR. Bukhori)

109. Aisyah ra. : Rosul mendengar seorang lelaki membaca Al-Qur'an dan bersabda: Semoga Allah merahmatinya karena ia mengingatkan ayat-ayat yang hampir aku lupa (HR. Bukhori/Muslim)

110. Abu Hurairoh ra. : Rosul saw bersabda: Tidaklah aman orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam dalam sholat, Allah akan merubah kepalanya seperti rupa keledai (HR. Muslim)

111. Abu Musa ra. : Nabi saw bersabda: Seorang mukmin dengan mukmin lain bagai bangunan, yang satu mengokohkan yang lainnya (sambil memberi isyarat dengan jalinan hari-jarinya) (HR. Bukhori)

112. Anas ra. : Rosul bersabda: Barang siapa lupa sholat, maka sholatlah tatkala ingat, tidak ada denda baginya kecuali hanya itu (HR. Bukhori)

113. Pemuda yang terlatih dari kecil menyembah Allah diberi naunganNya di hari kiamat (HR. Bukhori)

114. Abu Ayyub al-Anshori ra. : Sabda Rosul: Bila kamu buang air besar/kecil janganlah menghadap atau membelakangi kiblat (HR. Bukhori)

115. Ibnu Umar ra. : Sabda Rosul: Kerjakanlah sebahagian sholatmu di rumah (sholat sunat), dan janganlah kau jadikan rumahmu seperti kuburan (HR. Bukhori/Muslim)

116. Ibnu Umar ra. : Sabda Rosul: Orang yang luput sholat Ashar sama artinya dengan dia telah kehilangan hartanya dan kehilangan keluarganya (HR. Bukhori)




Kamis, 20 Juni 2013

nasehat



HATI
1.      Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah hatinya, padahal ia merupakan sumber hikmah sekaligus lawannya.
Jika timbul harapan, ketamakan akan menundukkannya. Jika ketamakan telah berkobar, ia akan dibinasakan oleh kekikiran. Jika ia telah dikuasai oleh keputusasaan, penyesalan akan membunuhnya. Jika ditimpa kemarahan, menjadi-jadilah marahnya. Jika sedang puas, ia lupa menjaganya. Jika dilanda ketakutan, ia disibukkan oleh kehati-hatian. Jika sedang dalam kelapangan (kaya), bangkitlah kesombongannya. Jika mendapatkan harta, kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang. Jika ditimpa kefakiran, ia tenggelam dalam kesusahan. Jika laparnya menguat, kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak. Dan jika terlampau kenyang, perutnya akan mengganggu kenyamanannya. Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan, dan setiap yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan

2.      Ada empat hal yang mematikan hati, yaitu : dosa yang bertumpuk-tumpuk, (mendengarkan) guyonan orang pandir, banyak bersikap kasar dengan kaum perempuan, dan duduk bersama orang-orang mati. Orang-orang bertanya,” Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?” Imam Ali as menjawab,” Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan.

3. Ketahuilah ! Sesungguhnya diantara bencana ada kefakiran, yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan, dan yang lebih berat dari penyakit badan adalah penyakit hati. Ketahuilah ! Sesungguhnya diantara kenikmatan adalah banyak harta, yang lebih utama dari banyak harta adalah kesehatan badan, dan yang lebih utama dari kesehatan badan adalah ketakwaan hati.

4.   Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
5.    Sebaik-baik hati adalah yang paling ingat.
6.    Nyalakanlah hatimu dengan adab, sebagaimana nyalanya api dengan kayu bakar.
7.     Harta simpanan yang paling bermanfaat adalah cinta hati.

8. Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.
9. Sesungguhnya hati mengalami kejemuan, sebagaimana jemunya badan. Maka, berikanlah padanya anekdot-anekdot hikmah.
10.  Jika engkau ragu dalam hal kecintaan seseorang, maka tanyailah hatimu tentangnya
AKAL
1.     Kekayaan yang paling besar adalah akal.
2.   Akal ( kecerdasan ) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.
3.     Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.
4    Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.
5.    Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap.

6.     Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal.
7.      Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.
8.      Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.
9.      Adab adalah gambaran dari akal
10.  Jika akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.

11.  Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah akalmu.
12.  Jika Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hambaNya, maka yang pertama kali diubah dari hambaNya itu adalah akalnya.
13.  Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.
14.  Akal adalah buah pikiran dan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.
15.  Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.

16.  Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.
17.  Rasulmu adalah juru terjemah akalmu.
18.  Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan akal yang penuh dengan pemahaman, bukan akal yang sekedar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.
19.  Orang yang berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, dan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka, meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.
20.  Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasehat.

21.  Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman.
22.  Tidaklah patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.
23.  Tidaklah layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.
24.  Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.
25.  Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasehat baginya.

26.  Sesungguhnya perkataan-perkataan orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat; namun jika salah, maka ia adalah penyakit.
27.  Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, dan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.
28.  Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seseorang yang berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktunya hanya akan menambah kesialannya.
29.  Orang yang paling disukai oleh orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.
30.  Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.
31.  Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.
32.  Bagi orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang-orang berakal lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh.
LIDAH
1.      Lidah orang mukmin berada di belakang hatinya, sedang hati orang munafik berada di belakang lidahnya.
2.     Tidaklah lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lidahnya.
3.   Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertakwa dengan takwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lidahnya.
4.      Sesungguhnya lidah ini senantiasa tidak mematuhi pemiliknya.
5.  Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi di bawah lidahnya.

6.      Ketenangan seseorang terdapat dalam pemeliharaannya terhadap lidahnya.
7.      Lidahmu menuntutmu apa yang telah engkau biasakan padanya.
8.      Lidah laksana binatang buas, yang jika dilepaskan, niscaya ia akan menggigit.
9.     Jika lidah adalah alat untuk mengekspresikan apa yang muncul dalam pikiran, maka sudah seyogianya engkau tidak menggunakannya dalam hal yang tidak ada dalam pikiran itu.
10. Perkataan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Jika engkau telah mngucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang yang terbelenggu olehnya. Oleh karena itu, simpanlah lidahmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu dan perakmu. Adakalanya perkataan itu mengandung kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.

11.  Sedikit sekali lidah berlaku adil kepadamu, baik dalam hal menyebarkan keburukan maupun kebaikan.
12. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikikanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan.
13.  Sesungguhnya adakalanya diam lebih kuat daripada jawaban.
14.  Jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya.
15. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.

16.  Sebaik-baik perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.
17.  Jika ringkas (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyak (perkataan) menunjukkan ketidakmampuan mengutarakan sesuatu. Dan jika ringkas itu dirasa kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.
18.  Barangsiapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya; barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit wara’-nya (kehati-hatian dalam beragama)-nya; barangsiapa yang sedikit wara’-nya, maka mati hatinya; dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.
WANITA
1.      Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun dia tidak (sanggup) menyembunyikan kebencian walaupun hanya sesaat.
2.      Sesungguhnya Allah menciptakan wanita dari kelemahan dan aurat. Maka, obatilah kelemahan mereka dengan diam, dan tutupilah aurat itu dengan menempatkannya di rumah.
3.   Sebaik-baik perangai wanita adalah seburuk-buruk perangai laki-laki, yaitu; angkuh, penakut, kikir. Jika wanita angkuh, dia tidak akan memberi kuasa kepada nafsunya. Jika wanita itu kikir, dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya. Dan jika wanita itu penakut, dia akan takut dari segala sesuatu yang menimpanya.
4. Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya. Sungguh, seorang budak hitam yang putus hidungnya, tetapi kuat agamanya, dia lebih utama.

5.   Aib yang terdapat pada seorang wanita akan terus ada selamanya. Aib ini juga akan menimpa anak-anaknya setelah menimpa ayah mereka.
6.     Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.
7.   Amma ba’du. Wahai penduduk Irak, sesungguhnya kalian ini seperti wanita yang mengandung. Dia lama mengandung bayinya, ketika telah sempurna kandungannya, dia melahirkan bayinya dalam keadaan mati, lalu meninggal pula suaminya dan dia pun lama menjanda. Kemudian yang mewarisi dirinya adalah orang yang jauh (kekerabatannya) dengannya.
TABIAT 
1.   Orang-orang lemah selalu menjadi musuh bagi orang-orang yang kuat, orang-orang bodoh bagi oang-oang bijak, dan orang-orang jahat bagi orang-orang baik. Inilah tabiat (manusia) yang tidak dapat diubah.
2. Kebiasaan itu kuat. Maka, barangsiapa yang membiasakan sesuatu pada dirinya secara diam-diam dan dalam kesendiriannya, kebiasaan itu pasti akan menyingkapkannya secara terang-terangan dan terbuka.
3.   Kebiasaan adalah tabiat kedua yang menguasai.
4.   Kebiasaan yang buruk adalah persembunyian yang tidak aman.
5.   Dan Allah membagi-bagi makhlukNya menjadi bangsa-bangsa yang berbeda negeri dan kemampuan, tabiat dan bentuk (penampilan). Dia menciptakan makhluk-makhluk dengan penciptaan yang sempurna dan menciptakannya sesuai dengan kehendakNya.
AJAL MANUSIA
1. Barangsiapa yang panjang umurnya, maka dia akan melihat pada diri musuh-musuhnya sesuatu yang menyenangkannya.
2. Barangsiapa yang telah genap berusia empat puluh tahun, dikatan kepadanya,” Waspadalah akan datangnya hal yang telah ditakdirkan (kematian) karena sesungguhnya engkau tidak dimaafkan. “ Dan bukanlah orang yang berumur empat puluh tahun itu lebih berhak mendapatkan peringatan daripada orang yang berumur dua puluh tahun. Sebab yang mengejar keduanya sama (satu), dan dia tidak pernah tidur dari yang dikejarnya itu, yaitu kematian. Oleh karena itu, beramallah demi menghadapi situasi yang sangat menakutkan di hadapanmu dan tinggalkanlah perkataan-perkataan yang indah-indah (yang menipu manusia).
3.   Barangsiapa yang telah berumur tujuh puluh tahun, dia akan banyak mengeluh tanpa adanya suatu penyakit.
4.    Cukuplah ajal sebagai penjaga.

# RELAKANLAH KENAIKAN HARGA DAN BERSABARLAH, KARENA REZKI SETIAP MAKHLUK TELAH DITETAPKAN OLEH SANG PENCIPTA #

Dari Anas bin Malik -radhiallaahu Ta’ala ‘anhu-, beliau menuturkan:
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻏَﻠَﺎ ﺍﻟﺴِّﻌْﺮُ ﻓَﺴَﻌِّﺮْ ﻟَﻨَﺎ
Manusia berkata, “Yaa Rasulallaah, harga telah menjadi mahal (naik), maka tetapkanlah harga untuk kami.”
Para shahabat mendatangi Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- di mana di suatu keadaan harga di pasar kota Madinah
naik, maka mereka meminta kepada Rasulullah -shallallahu
‘alaihi wa sallam- agar beliau menetapkan harga. Ketetapan yang dengannya orang-orang miskin bisa menjangkau harga
tersebut dan orang-orang kaya tetap mendapatkan keuntungan tetapi tidak berlebihan di
dalamnya.
Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤُﺴَﻌِّﺮُ ﺍﻟْﻘَﺎﺑِﺾُ ﺍﻟْﺒَﺎﺳِﻂُ ﺍﻟﺮَّﺍﺯِﻕُ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ ﺃَﻟْﻘَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻳُﻄَﺎﻟِﺒُﻨِﻲ ﺑِﻤَﻈْﻠَﻤَﺔٍ ﻓِﻲ ﺩَﻡٍ ﻭَﻟَﺎ ﻣَﺎﻝٍ
“Sesungguhnya Allah, Dialah yang menetapkan harga itu, Dialah Allah yang melapangkan, Dialah
Allah yang menyempitkan, serta Dialah Allah yang memberikan rizki. Dan sesungguhnya saya berharap agar menghadap Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku di dalam kedzaliman terhadap darah maupun kedzaliman terhadap
harta.”
[HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, dishahihkan oleh Ibnu Hibban]